Lombok Timur – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur H. Jumadil membeberkan bahwa masih banyak sekolah negeri yang ditemukan rusak di Lombok Timur, jumlah bahkan mencapai ratusan unit.
Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Dikbud Lotim ke lapangan beberapa minggu terakhir ini. Jumlah itu, kata dia, berdasarkan laporan sementara yang diterima karena sampai hari ini, tim masih terus melakukan pendataan.
“Iya banyak, berdasarkan laporan kemarin saja proposal yang dibawa pak Bupati ke Jakarta itu jumlahnya 131 sekolah yang rusak berat,” sebut Jumadil ditemui di ruang kerjanya. Senin, (26/05/2025).
Ia mengaku miris dengan fasilitas sekolah di Gumi Patuh Karya ini yang sangat jauh dari kata layak. Bahkan kata dia ada juga yang ruang belajarnya lebih layak disebut kandang dari pada sekolah.
Karena itu, kata dia, Kepala Dinas meminta supaya sekolah yang membahayakan siswa baiknya ditutup saja dialihkan ke tempat lain.
Jumadil Ia berencana mengalihkan sebagian besar anggaran ATK dan TIK Sekretariat Dikbud Lotim untuk menambah dana perbaikan sekolah tersebut. Hanya saja, kata Jumadil, rencana itu belum disampaikan ke Bupati. “Kalau diperbolehkan. Kan Lumayan itu bisa membantu beberapa sekolah,” ujarnya.
Keadaan sekolah yang seperti itu menurutnya sangat kontras dengan harapan pemerintah pusat yang selalu menggaungkan peningkatan mutu pendidikan. “Miris memang, dari 663 Sekolah SD Negeri di Lombok Timur itu 131 sekolah rusak berat, belum lagi yang swasta,” ucapnya.
Meskipun kerap dijadikan isu bahwa Dikbud mengelola anggaran hingga triliunan, tapi dana itu sebagian besar untuk gaji pegawai. “Kita memang punya anggaran Rp. 1,2 Triliun, tapi yang Rp. 1 Triliun itu untuk gaji pegawai dan juga Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang dititip di sini, jadi kita hanya menggunakan yang 2 itu saja,”pungkasnya.(01)







