Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 22 Jan 2026 16:23 WITA ·

Minta Kadispar Dan Stafsus di Copot, Demo Jilid II Makan Korban


 Minta Kadispar Dan Stafsus di Copot, Demo Jilid II Makan Korban Perbesar

Lombok Timur – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur (Lotim) menggelar aksi demonstrasi jilid II di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/1).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengambil alih pengelolaan destinasi wisata Sunrise Land Lombok (SLL) yang berlokasi di Pantai Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji.

Dalam aksi itu, sempat terjadi kericuhan ketika massa berusaha masuk ke dalam kantor bupati melalui pintu tribun utama. Upaya tersebut dihalangi oleh aparat gabungan dari Satpol PP Lotim dan anggota Polres Lotim yang menggunakan tameng pengamanan. Aparat kemudian memukul mundur massa aksi.

Akibat benturan tersebut, sejumlah peserta aksi dilaporkan mengalami luka dan ada yang terjatuh saat didorong mundur oleh aparat. Situasi sempat memanas dan tidak kondusif sebelum akhirnya dapat dikendalikan melalui pengamanan berlapis.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak awal aksi massa menegaskan hanya ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati Lotim. Mereka menolak ditemui oleh perwakilan Pemda ketegangan hingga berujung pada benturan fisik antara massa dan aparat pengamanan.

Dalam orasinya, Koordinator Umum aksi, Abdul Qodir Jaelani, menyampaikan bahwa massa aksi mengalami berbagai bentuk perlakuan diskriminatif dan intimidatif. Ia menduga tindakan tersebut dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum dari Polres Lotim, Satpol PP Lotim, serta pihak lain yang disebutnya sebagai premanisme.

“Perlakuan itu terlihat dari pembatasan ruang gerak, tekanan psikologis, hingga sikap represif yang tidak proporsional terhadap peserta aksi yang sedang menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional,” ujarnya.

Orator lainnya, Herwadi, senior PMII Lotim, mendesak Kapolres Lotim untuk menindaklanjuti laporan terkait dugaan kriminalisasi dan intimidasi terhadap kader PMII. Ia juga meminta agar dugaan keterlibatan oknum aparat dan pihak yang disebut sebagai pengawal bupati dalam tindakan represif terhadap massa aksi diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami meminta sikap tegas dan komitmen aparat penegak hukum agar kasus ini diusut secara transparan,” tegas Herwadi.

Sementara itu, Ketua Liga LMND Lotim, M. Hamzani, menilai masih kuatnya pola pikir diskriminatif di wilayah Lotim. Menurutnya, kondisi tersebut melahirkan tindakan sewenang-wenang yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan supremasi hukum.

“Tidak ada kedaulatan yang lebih tinggi dari rakyat. Namun yang kami rasakan justru upaya pembungkaman aspirasi dengan dalih menjaga keamanan, yang berujung pada kekerasan dan tindakan represif,” katanya.(01)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polresta Mataram Bubarkan Judi Sabung Ayam di Cakranegara

12 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Salurkan Bantuan Kesehatan kepada 193 Mustahik, BAZNAS Lombok Timur Perkenalkan Program Unggulan

12 Oktober 2026 - 12:18 WITA

MTQH XXXII Kecamatan Sakra Barat Dibuka Meriah, Soroti Lemahnya Pembinaan Guru Ngaji

12 Oktober 2026 - 10:06 WITA

Krisis Air dan Kekeringan, Pemkab Lotim Gelar Shalat Istisqo di Halaman Kantor Bupati

8 Oktober 2026 - 12:47 WITA

Buka Bupati Cup IPSI 2026, Bupati Lotim: Silat Bukan untuk Cari Musuh

7 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Skor Digitalisasi Lotim Tertinggi di NTB, Bupati Haerul Minta Jangan Puas: Tekan Kebocoran PAD

6 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Trending di Lombok Timur