Lombok Timur — Sebanyak 53 anak mengikuti khitanan massal yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur di Pendopo Wakil Bupati, Kamis (16/7). Antusiasme warga begitu tinggi hingga kuota awal 50 peserta terpenuhi hanya dalam 4 hari setelah pamflet digital disebar.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan apresiasi atas kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan sosial tersebut. Ia berharap khitanan massal ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.
“Saya bersyukur komitmen kolaborasi dari berbagai pihak sangat kuat. Mulai dari Relawan Bangkit, rumah sakit swasta seperti RS Namira, Lotim Medical Center (LMC), hingga instansi terkait lainnya,” ujar Wabup.
Wabup juga mendorong GOW membangun kerja sama strategis dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, ada program pemberdayaan dari BPJS yang perlu dikawal bersama agar pemanfaatannya tepat sasaran.
“Ada program pemberdayaan dari BPJS Kesehatan yang perlu kita kawal dan bimbing bersama, agar pemanfaatan dana santunan yang sudah diberikan pemerintah tepat sasaran dan tidak habis begitu saja. Kita harus mencari pola pemanfaatan uang santunan yang paling efektif bagi masyarakat,” katanya.
Kepada para petugas khitan, Wabup berpesan agar bersikap ramah dan komunikatif kepada orang tua peserta. “Petugas wajib menyapa dan memperkenalkan diri dengan baik kepada orang tua anak-anak peserta khitan,” pesannya. Ia juga mengimbau seluruh pihak menjaga kekompakan yang telah terbangun.
Untuk keberlanjutan kegiatan, Wabup menyarankan agar pelaksanaan khitanan massal diselaraskan dengan momentum tertentu, seperti Hari Anak Nasional atau bulan-bulan Hijriah yang penuh berkah.
Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin mengaku awalnya pesimis kuota akan cepat terpenuhi. Namun respons masyarakat melampaui target.
“Awalnya kami menduga kuota peserta baru akan terpenuhi dalam waktu tiga minggu. Namun luar biasa, begitu pamflet digital kegiatan ini disebarkan, hanya dalam waktu singkat yaitu 4 hari, kuota awal sebanyak 50 anak langsung terpenuhi,” ungkapnya.
Ia menyebut lonjakan pendaftar sebagai amanah dan bentuk kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu menjadi motivasi GOW menjadikan kegiatan ini program tahunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Khitanan massal ini menggunakan metode modern tanpa jarum suntik untuk pembiusan. Metode tersebut dipilih untuk meminimalisasi rasa takut pada anak.
Tim medis membuka 10 meja tindakan secara paralel. Setiap anak ditangani dalam waktu 10 hingga 15 menit. Setelah tindakan, peserta mendapat obat oral untuk dibawa pulang. Orang tua juga diberikan edukasi dan panduan tertulis perawatan luka di rumah.
Panitia juga menyiapkan bingkisan khusus sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta. Seluruh prosedur dijamin aman sesuai standar medis. Untuk antisipasi, disediakan saluran komunikasi siaga.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran OPD terkait, perwakilan BPJS Kesehatan, Baznas, Direktur RS swasta mitra pelaksana, Kepala Puskesmas, serta keluarga dan pendamping masing-masing anak.(01)







