Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 9 Apr 2026 10:54 WITA ·

Kepala SPPG Pohgading 2 Diduga Minta Mobil Pribadi dan Potong Gaji Relawan


 Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Lombok Timur — Kisruh terjadi di salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgabaya. Oknum kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pogading 2 diduga memotong gaji relawan dan meminta fasilitas pribadi berupa kendaraan kepada mitra kerja.

Dugaan pemotongan gaji mencuat setelah para relawan membandingkan upah yang diterima dengan rekan di dapur MBG lain. Dengan jam kerja yang sama, nominal gaji mereka ternyata lebih kecil. Salah satu relawan menuturkan, kejanggalan tersebut baru disadari setelah masa kerja Ramadan—yang hanya setengah bulan—usai dan dilakukan konfirmasi ke dapur lain.

“Setelah kami bandingkan, ternyata ada selisih. Dari situ kami mulai mempertanyakan ke pihak kepala SPPG,” ujarnya.

Masalah ini dibahas dalam rapat bersama relawan, mitra, dan pihak SPPG. Dalam forum itu, mitra menegaskan pembayaran harus mengikuti surat edaran yang mengatur gaji penuh untuk relawan selama Ramadan, tanpa pemotongan. Sumber media menyebutkan total dugaan potongan mencapai Rp16 juta—angka yang memicu reaksi keras mitra.

“Mitra sempat menyampaikan, jika hanya Rp3–5 juta mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi kalau sampai Rp15 juta lebih, mereka tidak sanggup,” kata sumber tersebut.

Persoalan sempat memanas sebelum akhirnya oknum kepala SPPG mengembalikan dana yang diduga dipotong, dengan nilai sekitar Rp16 juta.

Selain itu, yang bersangkutan juga diduga mempersulit hubungan kerja dengan mitra karena permintaan pribadinya tidak dipenuhi. Isu permintaan kendaraan sebagai fasilitas pribadi telah beredar di kalangan internal SPPG Pringgabaya. Seorang kepala SPPG di wilayah itu membenarkan kabar tersebut, menyebut hubungan relawan–mitra–SPPG sempat tidak harmonis.

Sementara itu, Kepala SPPG Jusnia Alwari membantah tuduhan kalau dirinya meminta mobil ke mitra. ” Itu tidak benat, itu Hoax,”katanya melalui Pesan WhatsApp kamis (09/04).

Menurut dia, permintaan di suspen dilakukan oleh kareg sendiri pada saat Sidak, sehingga isu yang berkembang di tengah masyarakat itu benar – benar tidak terjadi.

“Kalau terkait dengan dugaan pemotongan gaji relawan itu sama sekali tidak benar, saya bisa kirimkan bukti rekening korannya kalau saya saya berikan gaji yang full, dan itu semua sudah saya sampaikan,”jawabnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 738 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bertemu Mendikdasmen, Bupati Lotim Pastikan Dua SD Rusak Berat Segera Direvitalisasi

3 Juni 2026 - 09:57 WITA

Polisi Kemana! Masyarakat Sakbar Resah, Sapi dan Sepeda Motor Jadi Incaran Maling

3 Juni 2026 - 09:24 WITA

Hakim Minta Mantan Bupati dan Sekda Lotim Diperiksa, Kejaksaan Ngaku Masih Dalami Putusan

2 Juni 2026 - 15:15 WITA

Keren, Tiga Siswa SD di Lotim Raih Nilai 100 di TKA Tahun 2026

31 Mei 2026 - 14:22 WITA

Masyarakat Desa Rensing Raya Potong 21 Hewan Kurban, Plt Kades Beri Apresiasi 

28 Mei 2026 - 11:55 WITA

Bupati Lotim Serahkan Sapi Kurban di Sakra dan Sakra Barat

27 Mei 2026 - 13:30 WITA

Trending di Lombok Timur