Lombok Timur – Puluhan sopir Dumtruck melakukan unjuk rasa di wilayah Jenggik Kecamatan Terara perbatasan Lombok Timur dengan Kabupaten Lombok Tengah.
Puluhan masa ini menuding pemerintah menaikkan pajak MBLB, padahal pemerintah Lombok Timur sendiri tidak pernah menaikkan pajak.
“Kami mohon maaf, Ini adalah Unjuk rasa saudara Kita sopir dumtruck terkait Pajak MBLB,”kata PJ Bupati Lombok Timur H M Juaini Taopik.
Menurut kak Opik Sapaan Akrabnya, pemerintah Lombok Timur sendiri tidak menaikkan pajak. Melainkan menyempurnakan tata cara pemungutan Pajak MBLB.
” Dimamika pemungutan Pajak Daerah, semoga berlangsung aman dan damai. Sekali lagi Kami.mohon maaf atas ketidaknyamanan pemakai lalu lintas Lotim ke loteng dan Lobar untuk hari ini,”katanya.
Sementara itu, sejumlah LSM Lombok Timur mengaku senang jika pajak MBLB ini ditingkatkan. Seperti yang disampaikan oleh Ketua FRB Eko Rahadi. Menurutnya, Isi bumi seperti pasir yang diambil ini merupakan hasil bumi Lombok Timur. Sehingga wajar saja pemerintah meminta retribusi yang lebih besar.
“Dia tidak mikir para sopir ini, jalan – jalan di Lombok Timur banyak yang rusak akibat kendaraan yang membawa pasir dan material lainnya, wajar kalau di naikkan,”katanya.
Dengan adanya aksi unjuk rasa ini, dirinya beserta sejumlah elemen masyarakat lain mengaku siap mendukung pemerintah daerah Lombok Timur.
” Pemda Lotim jangan takut, selagi itu baik untuk masyarakat dan daerah kita siap bantu, masak dia hanya mau ambil pasir kita saja, giliran retribusi tidak mau,”kesalnya.(01)







