Menu ✖

Mode Gelap

Uncategorized · 23 Feb 2025 07:41 WITA ·

Kadis Perdagangan Tetapkan SK Verifikator Sebelum Pelantikan Bupati, Ada Apa ?


 Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Lombok Timur – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur Mahsin secara mengejutkan menetapkan Surat Keputusan yang menunjuk Tim Verfikator/Pengawas masing-masing kecamatan pada program bantuan sembako bagi masyrakat kurang mampu dan masyarakat lainnya.

Program pembagian sembako yang merupakan salah satu program unggulan bupati terpilih Haji haerul Warisin dan Haji Edwin Hadiwijaya. Penetapan SK ini dilakukan Mahsin menjelasng 4 hari pelantikan Bupati Wakil Bupati sehingga banyak nenuai tanda tanya dan kritik dari berbagai elemen masyarakat termasuk dasar hokum dalam menerbitkan SK berupa juklak juknis belum ditandatangani Bupati.

“Bahkan disinyalir belum diketahui Bupati karena bebrapa hari Bupati Wakil Bupati telah berada di Jakarta untuk menjalani pelantikan,”ujar salah satu ASN yang ada di Lombok Timur pada media ini Sabtu (22/02).

Menurut dia, keanehan ini terjadi ketika kepala dinas perdagangan Mahsin buatkan SK menjelang pelantikan Bupati, termasuk yang paling parah belum ada juklak juknis sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program penyaluran bantuan sembako ini. Terlebih program bantuan sembako ini adalah program salah satu program unggulan Buapti terpilih termasuk beliau sebagai Bupati yang akan bertanggungjawab penuh pada kesuksesan program.

“Seharusnya juklak Juknis dulu baru disusul SK bukan SK duluan baru Juklak Juknisnya. Ini baru awal saja sudah ada potensi pelanggaran hukumnya, ungkap Lalu Jaelani salah satu relawan Haerul Warisin.

Menurut berbagai sumber, program bantuan sembako ini dianggarkan di Dinas Perdagangan dengan nominal bantuan sekitar 40an milyar yang dihajatkan untuk bantuan sembako bagi masyarakat miskin dan lainnya pada saat lebaran idul fitri 1446 H.

Karenanya program dengan jumlah yang besar ini tentu semua proses dan tahapannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian termasuk penyusunan juklak juknisnya harus benar-benar melalui kajian yang komprehensif.

Tapi ternyata sambungnya, pada praktiknya justru kadis perdagangan Lombok Timur terkesan serampangan dengan menetapkan SK Tim VerifikatorPengawas Tingkat Kecamatan se Lombok Timur sebelum ada Juklak Juknis termasuk penetapannya menjelasng pelantikan Bupati terpilih yang nanti akan bertanggungjawab pada program pro rakyat ini.

Termasuk dalam SK jabatan verifikator merangkap pengawas, jadi jeruk makan jeruk, apa iya bisa pengawas sekaligus sebagai verifikator kan lucu, karena itu sebelum terlanjur menuai masalh di kemudian hari sebaiknya bupati wakil bupati terpilih melakukan evaluasi pada SKnya.

“Paling tidak juklak dan juknisnya dikerjakan dulu, apalagi program ini harus segera dieksekusi, mengingat program ini harus dikeluarkan menjelang idul Fitri,”ujarnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 275 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ikuti POPDA Kabupaten, Dua Atlet MAN 1 Lotim Raih Prestasi

6 Oktober 2026 - 19:28 WITA

Hebat, Dua Tim Paskib MAN 1 Lotim Borong Juara Lomba Paskib HUT TNI Kodim 1615 Lombok Timur

3 Oktober 2026 - 16:08 WITA

Tiga Kios Pasar Keruak Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

31 Agustus 2026 - 08:39 WITA

Tegas, Bupati Lotim Minta Petani Tembakau Jangan Dirugikan

15 Agustus 2026 - 15:07 WITA

MAN 1 Lotim Beri Reward 60 Siswa Berprestasi Olimpiade OSEAN Lewat Program Tebus Prestasi

5 Agustus 2026 - 10:25 WITA

Lampaui Syarat Pusat, Lotim Siapkan 3 Hektare Lahan dan Rp20 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

31 Juli 2026 - 09:54 WITA

Trending di Uncategorized