Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 12 Jul 2026 09:11 WITA ·

Jumlah sekolah Penerima Revitalisasi di Lotim Tembus 80 Sekolah, Terbanyak di NTB. Dikbud Minta Komite Sekolah Kawal


 Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur ( M Nurul Wathoni) Perbesar

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur ( M Nurul Wathoni)

Lombok Timur – Jumlah sekolah di Kabupaten Lombok Timur yang menerima bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus meningkat.

Jika tahun 2025 lalu sebanyak 60 sekolah mendapat bantuan, maka hingga Juli 2026 jumlahnya sudah tembus 80 sekolah, baik negeri maupun swasta yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim.

Kepala Dinas Dikbud Lotim, M Nurul Wathoni, menjelaskan 80 sekolah tersebut masuk dalam data yang dikirim Kemendikdasmen. Mereka diminta melengkapi dokumen dan mengikuti zoom pelaksanaan bantuan revitalisasi yang bersumber dari APBN.

“Bantuan ini berasal dari usulan reguler melalui sistem Dapodik dan juga usulan melalui Pokir DPR RI. Proses pemanggilan dan penandatanganan PKS dilakukan bertahap. Sampai Juli 2026 ini sudah masuk tahap 2. Untuk tahap 1 dan dari usulan Pokir sudah dikerjakan, sebagian masih persiapan tanda tangan PKS ke Jakarta,” ungkap Wathoni.

Wathoni menegaskan program revitalisasi ini dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah. Karena itu kepala sekolah yang langsung bertanda tangan PKS di Kementerian di Jakarta.

“PPK-nya ada di Kementerian. Anggaran ditransfer langsung dari kementerian ke rekening sekolah penerima, tidak melalui daerah. Pengawasannya juga melibatkan Itjen Kementerian, perguruan tinggi, BPK, dan pihak lain. Kami dari Dikbud hanya ikut monitoring,” jelasnya.

Ia meminta komite sekolah dan masyarakat sekitar ikut mengawal agar pelaksanaan berjalan baik dan hasilnya maksimal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang telah mempresentasikan kondisi sarana pendidikan di hadapan Menteri Pendidikan, serta anggota DPR RI Komisi X termasuk Wakil Ketua L. Hadrian Irfani, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, anggota DPR RI Dapil Lombok, dan anggota DPD RI asal Lotim yang terus memperjuangkan melalui Pokir.

“Data ini masih sementara karena masih ada peluang bertambah di tahap berikutnya. Insya Allah kita terus intensifkan koordinasi agar ada penambahan,” ujarnya.

Untuk 2026, Dikbud Lotim sudah mengusulkan perbaikan untuk sekitar 180 sekolah. Rinciannya 125 SD, 40 SMP, dan sisanya TK/PAUD. Namun yang baru terpanggil Kemendikdasmen sekitar 80 sekolah.

Ia bersyukur tahun ini porsi untuk sekolah swasta juga meningkat, lebih dari 10 lembaga.

“Kami di Dikbud bukan penentu. Kami mengawal lewat perbaikan data di Dapodik. Penentuannya tetap di Kementerian yang punya tim verifikasi dari perguruan tinggi dan tim pusat,” kata Wathoni.

Karena revitalisasi sekolah merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo, Wathoni berharap seluruh sekolah penerima berkomitmen mengikuti juknis dan SOP yang ada.

“Kita berharap di akhir tahun sekolah yang dikerjakan bisa tuntas. Kita juga berharap pemerintah pusat bisa meresmikan. Sampai saat ini Lombok Timur menjadi daerah penerima revitalisasi terbanyak di NTB,” pungkasnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Siswa MAN 1 Lotim Raih Juara 1 dan 3 MTQ di Hultah NWDI ke-91 Pancor

11 September 2026 - 08:22 WITA

Rekrutmen Pendamping Desa Provinsi NTB Tuai Polemik, Irwan Safari: Diduga Sudah Dikapling

10 September 2026 - 16:33 WITA

Diduga Tipu BGN, SPPG Jerowaru 1 Sajikan Menu Tak Sesuai Label

10 September 2026 - 14:42 WITA

Bupati Lotim Komit Jadikan Voli Bupati Cup Rarang Agenda Tahunan, Dana Turnamen Bakal Dinaikkan

9 September 2026 - 08:58 WITA

Bekali Lulusan dengan Keterampilan Praktis, Bupati Lotim Dorong Pelatihan Sesuai Kebutuhan Pasar

8 September 2026 - 18:56 WITA

FWMO Lotim Gelar Diskusi Jurnalistik: Persaingan Wartawan di Era Digital, Kreativitas Harus Sejalan dengan Kode Etik

8 September 2026 - 13:45 WITA

Trending di Lombok Timur