Lombok Timur — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri tradisi Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Senin (19/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati memuji keberkahan alam dan kepedulian lingkungan masyarakat Sambelia yang dinilainya berhasil menjaga kelestarian alam.
Bupati menuturkan, dalam perjalanan menuju lokasi acara, ia melewati tepian aliran sungai yang airnya mengalir sepanjang musim. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan wujud keberkahan dari Allah SWT untuk masyarakat Sambelia.
“Ini adalah keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat Sambelia. Karena itu, Gawe Adat Selametan Otak Reban ini adalah momen syukur bersama,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan wilayah lain di Lombok Timur. Saat ini, hampir 11 kecamatan di Lombok Timur sedang mengalami kekeringan, sementara Desa Sambelia tidak terdampak.
Hal itu, kata Bupati, tidak lepas dari kepedulian masyarakat Sambelia yang tidak merusak alam dan tidak menebang pohon secara liar.
Selain sebagai bentuk kesyukuran dan ajang silaturahmi, Bupati berharap kegiatan adat tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir melayani masyarakat.
“Pemerintah harus menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan aspirasinya. Pemerintah hadir bukan untuk dilayani masyarakat, melainkan untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa sekaligus Ketua Adat Sambelia, H. Moh. Kahar, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati. Ia mengungkapkan, para petani merasa bahagia karena Selametan Otak Reban menandai dimulainya masa pengelolaan lahan dan penebaran benih, khususnya untuk musim tanam padi.
Pada kesempatan itu, Kahar juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan peningkatan jalan usaha tani.
Ia juga menyinggung potensi pengairan dan kawasan sungai setempat. Selain dimanfaatkan untuk irigasi sawah, bantaran sungai saat ini juga dikembangkan sebagai destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar wilayah Sambelia.
Rangkaian acara Gawe Adat Selametan Otak Reban ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim secara simbolis.(01)






