Lombok Timur — Curah hujan tinggi beberapa hari menyebabkan banjir di wilayah Desa Kuang Rundun Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.
Selain merendam rumah warga dan merusak infrastruktur, banjir juga merusak ratusan hektar jagung petani yang sudah siap panen.
Kerusakan hutan dan alih fungsi lahan di Lombok Timur menyebabkan penurunan kemampuan tanah menyerap air, sehingga hujan lebat memicu banjir dan longsor yang berdampak serius pada pemukiman dan pertanian,
“Banjir kerap melanda area ini, memaksa warga mengungsi, dan merendam rumah, seperti yang terjadi beberapa minggu yang lalu,”kata Sihapari salah seorang warga Kuang Rundun Selasa (24/02).
Sihapari mengungkapkan, Hilangnya Resapan Air Minimnya pohon mengakibatkan air hujan langsung mengalir ke permukaan, membawa lumpur dan material erosi.
Hutan yang gundul di area perbukitan tidak lagi mampu menahan laju air, menyebabkan banjir bandang di wilayah hilir
“Pada awal Februari 2026, banjir merendam puluhan rumah di Desa Seriwe dan wilayah lain di kecamatan Kecamatan Jerowaru, bahkan air tergenang selama lebih dari dua minggu,”ujarnya
Ia juga mengatakan, pada hari ini ,dengan intensitas hujan yang terus menerus, menbuat sejumlah ruas jalan di wilayah bukit kuang rundun mengalami banjir. Ia berharap kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah agar banjir tidak menghantui warga.
“Meski hujan ringan, pasti air bercampur lumpur turun, selain tidak ada drainase, juga faktor bukit yang sudah gundul,”jelasnya
Kepala BPBD Kabupaten Lombok Timur Lalu Muliadi yang dikompirmasi media ini terkait sejumlah wilayah yang di rendam banjir belum meberikan tanggapan. Begitu juga Kepala Dinas Pertanian Lalu Kasturi juga masih belum memberikan tanggapan.(01)







