Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 23 Jan 2026 16:14 WITA ·

Bupati Lotim Terima Massa Aksi di Pendopo, Tegaskan Tak Anti Kritik


 Bupati Lotim Terima Massa Aksi di Pendopo, Tegaskan Tak Anti Kritik Perbesar

Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, didampingi Wakil Bupati, H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah, H. M. Juaini Taofik secara langsung menerima perwakilan massa aksi di Pendopo Bupati, Jumat 23 Januari 2026. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana keakraban dan penuh keterbukaan.

Dalam dialog tersebut, Bupati H. Haerul Warisin menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur tidak anti terhadap kritik. Dia mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai bentuk fungsi kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah. Dari pertemuan ini, diharapkan menjadi saluran komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, mahasiswa dan masyarakat.

“Kami menghargai aspirasi yang disampaikan dengan cara yang santun dan beradab,” ujar Bupati. Dia pun berpesan agar segala bentuk penyampaian pendapat di muka umum menghindari tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menekankan bahwa selaku bupati tidak memiliki kepentingan selain ingin memajukan Kabupaten Lotim ke arah yang lebih baik. Sehingga selaku pemerintah, dukungan dari mahasiswa dan masyarakat pada umumnya sangat dibutuhkan.

Merespons tuntutan massa terkait permintaan pemberhentian Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata, Bupati menekankan bahwa prosesnya akan dilakukan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dengan melihat kondisi pariwisata Lotim saat ini. Sehingga apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, sejalan dengan rencana pemerintah untuk memajukan pariwisata Lotim dengan pembangunan-pembangunan di sejumlah objek wisata tersebut.

Sementara itu, mengenai isu pergantian pengelola di kawasan wisata Sunrise Land Lombok (SLL), ditegaskan bahwa hal tersebut merupakan murni kebijakan yang diambil Bupati. Untuk itu, bupati berharap kepada masyarakat, mahasiswa dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memantau kinerja pengelolaan baru sebagai bahan evaluasi ke depan.

“Kami persilakan semua pihak untuk mengawasi. Hasilnya nanti bisa kita evaluasi bersama untuk kebaikan pembangunan pariwisata kita,” jelasnya.

Terkait laporan adanya massa aksi yang mengalami luka-luka saat berunjuk rasa, Bupati H. Haerul Warisin menyatakan perhatiannya. Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini telah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk segera menindaklanjuti dan mengurus penanganannya melalui jalur yang ada di Pemda.

“Untuk yang terluka dalam aksi unjuk rasa kemarin. Saya sudah direktif ke Sekda agar bisa segera diurus. Kesehatan dan keselamatan tetap prioritas,” ungkap Bupati di hadapan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Lombok Timur. (*)

Artikel ini telah dibaca 231 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pati Belajar ke Lombok Timur, Tertarik Cara Lotim Bangun Pendidikan Bermutu hingga Revitalisasi Rp127 Miliar

28 Oktober 2026 - 17:56 WITA

FWMO Lotim Gelar Raker dan Milad, Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan Jadi Pembahasan

28 Oktober 2026 - 15:53 WITA

Rungkad, Diduga Judol Pakai Dana Desa,Kades Kotaraja dan Bendahara Resmi Ditahan Kejari Lotim

26 Oktober 2026 - 19:28 WITA

Kerugian Diduga Tembus Rp1 Miliar, Kasus Dugaan Korupsi Kades Kerumut Naik ke Penyidikan

26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Usung Visi MAPAN, Abdul Halil Siap Bangun Boyemare yang Mandiri, Agamis, dan Amanah

25 Oktober 2026 - 18:03 WITA

Didukung Tokoh Masyarakat, Agama, dan Pemuda, H. Hibban Mantapkan Diri Maju Pilkades Banjar Sari

24 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Trending di Lombok Timur