Lombok Timur – Ratusan Guru Madrasah Menerima Insentif dari Badan Amik Zakat Nsional (Baznas) kabupaten lombok timur sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap guru madrasah.
Ratusan Guru Madrasah ini menerima Insentif dari Pemerintah daerah melalui Baznas Lombok Timur yang bertempat di aula kemenag lombok timur yang diberikan oleh bupati yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lombok timur M Nurul Wathoni.
“Pada hari ini, sebanyak 600 guru Madrasah yang di berikan Insentif, dengan total anggaran sekitar 200 juta,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni senin (26/03).
Dalam pemberian Insentif itu, bupati Lombok Timur melalui kepala dinas pendidikan dan kebudayaan menyampaikan apresiasi atas keberadaan guru madrasah yang sudah lama mengabdi dan mencerdaskan anak anak kita.
Pemda Lotim melalui BAZNAS sampai saat ini telah memberikan insentif pada hampir 4.000an guru madrasah dan akan terus berupaya untuk bisa membantu. Karena katanya, jumlah guru madrasah berdasarkan data yang masuk mencapai 10 ribu. Hal ini tentunya akan menjadi perhatian kita semua.
” Bupati dalam banyak kesempatan menyampaikan bahwa Pemda selalu berupaya agar guru lingkup madrasah bisa disentuh. Artinya pak bupati bukan hanya memikirkan guru yang bernaung dibawah pemda, tetapi semua guru, bagaimanapun guru madrasah juga punya kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lombok Timur,”katanya.
Sementara itu, ketua BAZNAS Lotim Haji Muhammad Kamli saat memberikan mengungkapkan sejak pemerintahan smart ini, BAZNAS Lotim telah membantu guru madrasah setiap tiga bulan dan jumlahnya pertahap bisa diatas ratusan juta dan program pemberian bantuan telah diatur dalam regulasi.
Ketua BAZNAS ini juga menyampaikan terima kasih karena kadis Dikbud dan Kakanmenag di moment ini telah memberikan insentif khusus pada guru madrasah sejumlah dua orang yang telah mengabdi selama 30 tahun.
“Alhamdulillah dari tangan pak kadis dikbud dan kakemenag, ada juga bantuang yang diberikan, meski jumlahnya tidak besar, tapi itu bentuk kepeduliannya terhadap para guru,’ujarnya.(01)







