Lombok Timur – Dugaan Pungli yang di lakukan di Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) dibantah langsung oleh bendara. Menurutnya, pemberitaan terkait dugaan pungli itu tidak pernah terjadi.
“Terkait dengan adanya isu pungutan liar yang terjadi, saya selaku bendahara menyatakan itu semua tidak benar,”ungkap Bendahara Bapenda Irfan Islami pada media ini selasa (05/08).
Irfan mengatakan, terkait dengan honor ini dirinya selaku bendahara tidak pernah menahan yang namanya honor. Begitu di tarik dari Bank NTB, sebisa mungkin pada hari itu kami langsung bagikan ke semua honorer yang ada, tanpa melakukan pemotongan sepeserpun.
“Kalau insentif, setelah kami rekap, langsung kami sampaikan ke bidang – bidang, “jelasnya.
Selama ini katanya, terkait dengan insentif ini, hanya ada pemotongan PPH saja, kalau pemotongan yang lain. Kami selalu bendahara tidak tau menau soal itu.”yang ada pemotongan itu pajak PPH saja,”tegasnya.
Disampaikannya juga, jumlah honorer di lingkungan bapenda jumlahnya sekitar 200 orang. Dari jumlah ini, masing – masing honorer menerima honor yang berpariasi. Dimana jumlahnya sangat minim.
“Kalau kami bisa, kita ingin tambahkan, tidak mungkin kami potong tanpa aturan yang jelas, saya siap di panggil pak bupati kalau memang diperlukan, karena kami tidak pernah melakukan itu,”bantahnya.
Diberitakan sebelumnya, Salah satu honorer mengaku di potong insentifnya oleh bendahara. Pemotongan itu tidak jelas kemana arah dan peruntukannya.(01)







