Lombok Timur – Kepala UPTD Kecamatan Sakra Barat membuka kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan yang diselenggarakan mulai dari tanggal 25 sampai dengan 27 Agustus 2025.
Plt Kepala UPTD Sakra Barat Muhammad Taufik Ismail mengaku sangat bangga melihat semangat dan dedikasi siswa-siswi Sekolah Dasar dalam mengembangkan minat, bakat, dan kreatifitas mereka melalui Bahasa Sasaq
“Bahasa Sasaq dalah sebuah warisan budaya, melalui perlombaan ini kita dapat melihat bagaimana bahasa ini tetap hidup dan terus berkembang di kalangan generasi muda,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut adalah tanda bahwa sangat mendukung upaya-upaya untuk menjaga identitas budaya, terlebih Kecamatan sakra barat merupakan mayoritas warga asli sasaq, dimana memiliki logat dan bahasa bahaya yang sangat ragam.
“Bahwa Bahasa Ibu adalah warisan yang tidak boleh hilang, sehingga kita ajarkan di sekolah-sekolah dan cara kita bisa mengevaluasi bagaimana pengajaran di sekolah-sekolah itu berjalan dengan baik salah satunya dengan festival ini, lomba-lomba. Selain tentu ada evaluasi yang secara regular dilaksanakan di sekolah,” terangnya.
Ia juga mengatakan, Tunas Bahasa Ibu bertujuan untuk menjadikan generasi muda sebagai penutur aktif bahasa daerah dan mempelajari bahasa daerah dengan menyenangkan, menemukan fungsi dan ranah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah, serta menjaga kelangsungan hidup bahasa dan daerah.
“Ada 32 sekolah dasar yang ikut dalam Pestival tunas bahasa ibu ini dengan mata lomba, puisi, Aksara, Bewaran, begolohan, nembang, pidato, semoga dengan adanya kegiatan ini, anak – anak lebih mengenal bahasa daerahnya masing – masing, karena sekarang ini banyak anak yang tidak mengenal bahasa sasaq,”paparnya.(01)







