Lombok Timur-Insan Cendekia Mandalika (ICM) kembali menggelar Pelatihan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Batch II dengan mengangkat tema “Strategi Tembus Jurnal Scopus”. Kegiatan berlangsung di Kantor ICM, Jl. Raya Sukamulia No. 9, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin (20/7/2026).
Pelatihan Batch II merupakan kelanjutan dari Batch I yang sebelumnya mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Kali ini fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas dosen, peneliti, editor, reviewer, dan mahasiswa dalam menyiapkan naskah dan mempublikasikannya di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.
Direktur Insan Cendekia Mandalika, Dr. Irfan Azim, http://S.Kom., M.M., mengatakan publikasi di jurnal internasional kini menjadi kebutuhan utama perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas akademik.
“Saat ini dosen tidak cukup hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu mempublikasikannya pada jurnal bereputasi internasional. Melalui pelatihan ini, ICM ingin menghadirkan ruang belajar yang aplikatif sehingga peserta memahami strategi memilih jurnal, menyiapkan artikel yang berkualitas, hingga menghadapi proses review dari editor dan reviewer jurnal Scopus,” ujar Dr. Irfan Azim.
Ia menegaskan ICM akan terus berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi akademik melalui pelatihan, pendampingan, dan konsultasi publikasi ilmiah secara berkelanjutan.
Sebagai narasumber utama hadir Dr. Ahmad Munir Hamid, http://M.S.EI., dosen Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan publikasi di jurnal Scopus tidak hanya bergantung pada kualitas riset, tetapi juga pada ketepatan memilih jurnal, sistematika penulisan, dan cara merespons masukan dari editor serta reviewer.
Beberapa materi kunci yang dibahas antara lain: strategi memilih jurnal Scopus yang relevan, teknik menyusun artikel berstandar internasional, cara menghindari desk rejection, mekanisme peer review, teknik menjawab komentar reviewer, dan langkah praktis meningkatkan peluang artikel diterima.
Sesi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi langsung tentang kendala yang dihadapi selama proses publikasi dan mendapatkan solusi berdasarkan pengalaman narasumber.
Melalui pelatihan ini, ICM berharap semakin banyak akademisi di Indonesia yang mampu menghasilkan publikasi berkualitas dan menembus jurnal bereputasi internasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
ICM juga berkomitmen untuk terus mendukung budaya riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi nasional.(*)







