Lombok Timur – Warga Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, mulai resah akibat maraknya kasus pencurian dalam beberapa pekan terakhir. Sapi dan sepeda motor menjadi target utama pelaku.
Salah satu warga, Amaq Aging mengaku geram karena aksi pencurian hampir terjadi setiap malam di wilayahnya.
“Dari banyaknya kejadian ini, tidak satupun kasusnya terungkap. Pekerjaan polisi apa,” ujarnya, Rabu, 4 Juni 2026.
Menurut Amaq Aging, dalam dua minggu terakhir setidaknya ada 6 ekor sapi milik warga yang hilang. Rinciannya: 2 ekor milik Sulhan warga Repok Kesambik, Montong Galeng, 2 ekor milik Mansur warga Montong Galeng, dan 2 ekor milik Amaq Suhir warga Batu Tangkok, Desa Montong Beter
“Ini kejadiannya di dua minggu terakhir. Kasihan masyarakat yang menjadi korban,” kata Amaq Aging.
Dengan banyaknya aksi pencurian yang terjadi di wilayah sakra barat, dirinya selaku masyarakat tentunya mempertanyakan kinerja dari kepolisian sakra barat. Dan mempertanyakan dari peran Babinkamtibmas masing – masing desa.
“Seharusnya polisi jangan hanya nunggu laporan baru bergerak, dan jangan juga patroli ke jalan – jalan besar yang ramai, sementara kejadiannya di kampung – kampung,”pintanya.
Terpisah, Kapolsek Sakra Barat Iptu Mohammad Anhar mengaku terkejut mendengar adanya pencurian sapi di wilayahnya. Ia menyebut, Polsek Sakra Barat baru menerima satu laporan pencurian sapi, yaitu sapi bantuan pemerintah di wilayah Montong Galeng.
“Kapan kejadian pencurian hewan sapi ini? Soalnya tidak ada laporan ke Polsek, cuma laporan satu saja pencurian sapi yang di Montong Galeng yaitu sapi bantuan pemerintah,” kata Anhar.
Anhar menegaskan, pihaknya tetap melakukan patroli setiap malam dan mengimbau warga mengaktifkan ronda. Ia meminta masyarakat yang merasa dirugikan agar segera melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti.
“Setiap malam anggota tetap patroli dan sering juga kami imbau masyarakat untuk aktifkan ronda malam,” ucapnya. “Kami minta warga yang kehilangan untuk membuat laporan ke polisi.”akunya.(01)







