Lombok Timur – Adanya Pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Jum’at yang lalu
Saat itu, Menteri KKP tengah menyoroti kualitas bangunan yang dinilai tidak layak dan meminta perbaikan segera dilakukan. Dalam kunjungannya Jumat (27/2) itu, Trenggono secara langsung mempertanyakan mutu konstruksi kepada pihak pelaksana proyek. Ia bahkan menyinggung keterlibatan BUMN dalam pengerjaan tersebut.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lombok Timur Ugik Ramantyo menjelaskan, Kegiatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Ekas tersebut merupakan proyek pembangunan dengan pendampingan Tim PPS (Pengamanan Proyek Stategis ) Kejaksaan Agung pada Jaksa Agung Bidang Intelijen.
“Kami berkewajiban untuk melaporkan progresnya secara berjenjang melalui Kejaksaan Tinggi NTB kemudian nanti akan diteruskan ke Kejaksaan Agung,”katanya
Ia mengatakan, beberapa hal yang perlu kami sampaikan bahwa kaitannya dengan komentar Bapak Menteri kelautan dan perikanan , kegiatan pembangunan telah selesai pada bulan Desember 2025.
“Dan saat ini masih masuk pada masa pemeliharaan selama 6 bulan hingga bulan Juni 2026, sehingga kekurangan-kekurangan tersebut masih tanggung jawab dr pihak penyedia untuk memperbaiki hingga masa pemeliharaan selesai,”jelasnya.
Sebelumnya, Menteri kelautan dan perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dalam vidio yang kunjungannya Trenggono menelepon seseorang untuk menyampaikan teguran keras terkait kualitas proyek tersebut. Ia memperingatkan agar seluruh pekerjaan segera dibenahi sebelum mendapat sorotan lebih luas.
“Saya kasih tahu, nanti sekali waktu presiden datang dan lihat-lihat kamu yang korupsi. Jangan bercanda, saya minta semua dibenerin, dikoreksi semua, finishingnya, nggak benar ini,” tegasnya dalam percakapan telepon.
Dalam percakapan itu, terdengar jawaban singkat menyanggupi arahan tersebut. “Baik pak, siap pak,”.
Trenggono menegaskan pembangunan fasilitas untuk nelayan harus dikerjakan dengan standar yang baik karena menyangkut kepentingan masyarakat pesisir. Ia meminta seluruh kekurangan segera diperbaiki agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi nelayan setempat.(01)







