Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar pada 2026 untuk insentif guru ngaji dan marbot. Anggaran tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2 miliar.
Dana insentif itu disalurkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah ke masing-masing rekening penerima. Kepala Bagian Kesra Lombok Timur, Jamali, juga membenarkan adanya kenaikan alokasi anggaran tersebut.
“Untuk 2026 ini anggaran insentif guru ngaji dan marbot sebesar Rp 3,5 miliar. Tahun lalu hanya Rp 2 miliar,” kata Kabag Kesra Lotim Jamali Senin 23 Februari 2026.
Menurut Jamali, terdapat 2.253 guru ngaji dan marbot yang masuk dalam data penerima. Namun, pihaknya masih terus melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima yang telah mendapatkan insentif pada 2025.
Ia mengatakan proses verifikasi penting dilakukan karena tidak menutup kemungkinan ada penerima yang sudah tidak aktif atau meninggal dunia. “Kita pastikan yang menerima benar-benar aktif dan masih menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Jamali menambahkan, guru ngaji yang berhak menerima insentif harus terdata di tingkat kecamatan serta aktif mengajar. Pemerintah kecamatan diminta melakukan pendataan secara menyeluruh dan tidak sekadar menyalin data lama.
“Kami sudah minta pihak kecamatan agar benar-benar melakukan pendataan ulang. Jangan hanya data copy paste seperti data tahun sebelumnya,” katanya
Jamali juga mengatakan, Meski kuota penerima insentif terbatas, Jamali menegaskan pendataan tetap harus dilakukan secara akurat dan transparan.Pemerintah daerah berharap peningkatan anggaran tersebut dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap peran guru ngaji dan marbot masjid dalam pembinaan keagamaan di masyarakat.
“Alhamdulillah pak bupati benar – benar memperhatikan marbott dan guru ngaji,sehingga pada tahun ini anggarannya di tambah,”tandasnya (01)







