Lombok Timur – Dalam upaya meningkatkan mutu lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja internasional, SMKN 1 Keruak Lombok Timur kembali melaksanakan program magang ke Jepang bagi para pelajar dan alumninya. Program ini merupakan hasil kerja sama antara SMKN 1 Keruak dengan PT SEII dan LPK Meguni yang telah terjalin sejak beberapa tahun lalu.
Kepala Sekolah SMKN 1 Keruak, Royani Jauhari, mengungkapkan bahwa kerja sama ini telah berlangsung lama dan berhasil memberangkatkan ratusan alumni untuk mengikuti program magang ke Jepang.
“Sampai saat ini, alumni yang telah menyelesaikan magang di Jepang sudah banyak, dan tahun ini kita kembali mengirim siswa untuk melanjutkan program tersebut,” ujar Royani, sabtu (14/02).
Untuk lulusan tahun 2024, sebanyak 14 orang siswa dinyatakan lolos seleksi program magang ke Jepang. Dari jumlah tersebut, 4 orang telah berangkat ke Jepang, sementara 10 lainnya sedang dalam proses pemberkasan dan persiapan keberangkatan.
“Tahun 2024 dan 2025 itu siswa yang berhasil di kirim kesana sebanyak 25 orang,”ujarnya.
Perusahaan yang menjadi tujuan magang siswa SMKN 1 Keruak bergerak di bidang penangkapan ikan dan pengolahan hasil perikanan, dengan lokasi penempatan antara lain di wilayah Pinjem, Nagasaki, Osaka, dan beberapa daerah lainnya di Jepang.
Untuk tahun 2026 katanya, SMKN 1 Keruak kembali menyiapkan siswa dan alumni untuk mengikuti seleksi program magang. Proses seleksi dimulai dari pendaftaran, kemudian tes tertulis, tes fisik (tinggi badan, berat badan, dan mata), tes wawancara, serta Medical Check Up (MCU). Setelah dinyatakan lolos, peserta akan menjalani pelatihan dasar dan lanjutan selama empat bulan sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jepang.
Royani menegaskan, program ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, baik di skala nasional maupun internasional.
“Kami berharap, melalui program magang ke Jepang ini, para alumni SMKN 1 Keruak dapat menjadi generasi muda yang berdaya, mampu membantu ekonomi keluarga, dan siap bersaing di dunia kerja global,” tuturnya.
Selain itu, SMKN 1 Keruak juga berkomitmen untuk mendukung program Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui pembentukan kelas industri, agar semakin banyak siswa yang siap kerja dan terserap di dunia industri.
“Dengan adanya kelas industri ini, kami berharap jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri, akan terus meningkat,” ujarnya.
Dengan banyaknya lowongan yang ada, dirinya berharap kepada pemerintah untuk memberikan dukungan dengan memberikan guru bahasa jepang yang selama ini menjadi salah satu kendala.
“Kalau ada guru bahasa jepang yang diberikan, Insyaallah kita bisa mengirim siswa yang banyak,karena sampai sekarang ini, SMKN 1 Keruak mendapatkan predikat terbaik di NTB”paparnya.(01)







