Lombok Timur – Kasus dugaan Bullying di SDN 1 Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgebaya Kabupaten Lombok Timur akhirnya berakhir damai.
Perdamaian ini terjadi Setelah beberapa pihak mulai dari tim Dikbud, Tim Puskesmas, Pemerintah Desa, Pihak Komite termasuk Tim Polsek dan Babinsa dalam rangka mencari kepastian dari kronologis Peristiwa dari dugaan terjadi bulyying yang sempat viral beberapa hari yang lalu.
“Setelah adanya kejadian itu, semua pihak turun tangan ikut melakukan kroscek dan mencari fakta seperti apa kejadiannya, dan Alhamdulillah ada titik temu,”katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M Nurul Wathoni Jum’at (13/02) mengatakan, Dalam pertemuan yang cair dan penuh kekeluargaan disepakati untuk berdamai dan persoalan yang terjadi adalah imbas dari mis komunikasi. Atas dasar itu kemudian kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan.
Dengan berdamainya kedua belah pihak, dirinya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi pada komitmen semua pihak. Meski demikian, dirinya memberikan penegasan bahwa pihak sekolah dan guru harus lebih memaksimalkan pengawasannya di lingkungan sekolah termasuk mengoptimalkan pola komunikasi silaturrahim dengan para wali murid.
“Karena ketika wali murid kurang informasi dan terhambat komunikasinya dengan sekolah ya bisa terjadi seperti kemarin. Orang tua merasa diabaikan sementara informasi ke sekolah terkait keadaan siswa yang sakit terlambat sehingga mis komunikasi terjadi dan merembet kemana – mana,”katanya.
Ia juga meminta kepada semua wali murid, jika ada masalah agar secepatnya melakukan klarifikasi ke kepala sekolah. Sehingga tidak asa kesan berjarak antara wali murid masyarakat sekitar sekolah.
“Saya harapkan, mari semua semua berbaur dan saling membutuhkan bersinergi untuk kemajuan dan menjaga keamanan kenyamanan sekolah. Sekarang pihak sekolah secepatnya melakukan pembenahan termasuk memulihkan psikologis siswa yang diduga korban,”ujarnya.
Kedepan sambung Pria asal sakra barat ini juga berharap semua pihak termasuk wali murid agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Dikbud di bantu UPTD, pengawas dan kepala sekolah etap berkomitmen untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman sesuai amanat regulasi.
“Semua warga sekolah harus mendukung itu bahkan kalau ada guru yang mengabaikan tugas sekolah dalam tugasnya membantu sekolah melakukan pengawasan pada siswa, kita minta laporan dari kaseknya untuk kita evaluasi, “tegas kadis dikbud yang belum genap sebulan menjabat.







