Menu ✖

Mode Gelap

Lombok Timur · 31 Okt 2025 19:35 WITA ·

Langgar Perda, Bupati Lotim Tak Akan Ubah Lahan Pertanian Berkelanjutan Jadi Kawasan Pariwisata


 Foto: Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin Perbesar

Foto: Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin

Lombok Timur– Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengubah lahan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), atau lahan hijau menjadi kawasan pariwisata. Hal ini disampaikan setelah dirinya menerima surat dari salah satu perusahaan, PT Ekas Surf Resort, yang meminta agar lahan pertanian berkelanjutan diubah menjadi lahan pariwisata.

Menurutnya, permintaan tersebut tidak dapat dikabulkan karena bertentangan dengan peraturan daerah. Ia menjelaskan, perusahaan tersebut sebelumnya sudah memperoleh izin dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Guna Bangunan (HGB) dengan luas lahan yang signifikan, bahkan mencapai puluhan hektar. Namun hingga kini, lahan yang dimiliki masih terbengkalai dan belum dimanfaatkan sesuai izin yang diberikan.

“Banyak perusahaan yang memiliki lahan cukup luas, tapi tidak membangun apa pun. Mereka hanya memegang izin, sementara masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan dalam skala kecil justru tidak bisa karena sudah dikuasai oleh perusahaan,”jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian serius agar tidak merugikan kepentingan masyarakat dan daerah.

H. Iron sapaan akrabnya juga menyampaikan rencananya untuk memanggil dan berdialog langsung dengan pihak perusahaan guna membahas alasan di balik tidak dimanfaatkannya lahan tersebut.
Pemda akan menelusuri apakah kendala yang dihadapi terkait modal, infrastruktur dasar, atau faktor lainnya.

Ia menambahkan, jika permasalahan berada pada aspek dukungan pemerintah, maka pihaknya siap membantu melalui penyediaan fasilitas dasar seperti listrik dan air.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa apabila perusahaan tetap tidak menunjukkan komitmen untuk membangun, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam.

“Kami akan bersikap tegas, tetapi tetap melalui koordinasi dan musyawarah terlebih dahulu,” ujarnya.

Sikap tegas ini, menurutnya, diperlukan untuk memastikan lahan yang telah diberikan izin benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti sejumlah perusahaan yang hanya melakukan seremoni peletakan batu pertama tanpa realisasi pembangunan. Ia meminta agar perusahaan yang sudah memulai pembangunan segera melanjutkan proyeknya sesuai ketentuan.

“Kalau sudah clean and clear, silakan bangun. Tapi bagi yang tidak melakukan apa-apa, kami akan evaluasi dan ambil langkah tegas demi kepentingan daerah,” tegasnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rungkad, Diduga Judol Pakai Dana Desa,Kades Kotaraja dan Bendahara Resmi Ditahan Kejari Lotim

26 Oktober 2026 - 19:28 WITA

Kerugian Diduga Tembus Rp1 Miliar, Kasus Dugaan Korupsi Kades Kerumut Naik ke Penyidikan

26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Usung Visi MAPAN, Abdul Halil Siap Bangun Boyemare yang Mandiri, Agamis, dan Amanah

25 Oktober 2026 - 18:03 WITA

Didukung Tokoh Masyarakat, Agama, dan Pemuda, H. Hibban Mantapkan Diri Maju Pilkades Banjar Sari

24 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Kapolres Lombok Timur Gelar Jumat Keliling di Masjid Nurul Sa’adah, Ajak Masyarakat Waspada Hoaks

23 Oktober 2026 - 19:33 WITA

Diantar Ratusan Pendukung, Muazzin Gendong Ibunda Saat Daftar Pilkades

23 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Trending di Lombok Timur