Lombok Timur -Skandal Baru di Baznas LomboknTimur Dosen Rangkap Jabatan dsn menerima gaji dari APBN dan APBD Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten lombok timur kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya diterpa anggota rangkap jabatan, kini kembali lagi diterpa dengan isu pimpinan basnas inisial AH dan SN diduga merangkap jabatan yang berujung pada penerimaan gaji ganda dari dua sumber anggaran negara: APBN dan APBD.
Dua pimpinan baznas menjadi salah satu dosen dan menerima sertifikasi dosen. d menerima dua sumber pendapatan rutin: gaji dosen dari APBN dan gaji staf Baznas dari APBD. Praktik ini langsung menuai kritik tajam, mengingat banyak warga lombok timur yang masih berjuang mencari pekerjaan tetap, sementara dua orang justru menguasai dua pos penghasilan publik.
Sangat ironis. Di tengah kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran di lombok timur justru ada individu yang menikmati dua gaji dari uang rakyat,” ujar salah satu aktivisyang enggan disebutkan namanya.
Temuan ini memunculkan kembali sorotan publik terhadap tata kelola Baznas yang selama ini dinilai tidak transparan. Bahkan, hingga berita ini diturunkan, pihak Baznas belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi atas informasi yang beredar.
“Kalau dia menerika gaji dari sertifikasi dosen, berarti dia tidak boleh menerima gaji dari Baznas, karena itu dilarang dalam aturan,”jelasnya.
Sementara itu, Salah satu Pimpinan Baznas SN yang dikompirmasi media ini mengakui kalau dirinya memang sudah serdos.” Iya. Saya sudah serdos dan masih serdos, tetapi tidak rangkap jabatan dan tidak doble penerimaan,”katanya
Menurutnya, sejak adanya sk pimpinan diterbitkan, tunjangan serdos Saya off selama 5 tahun ke depan.”untuk lebih ebih jelas, silahkan crosceck ke Kopertais,””ujarnya singkat.(01)







