Lombok Timur – Kembali komitmen pemerintahan Iron Edwin dengan jargon smartnya diuji dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Pasalnya, dibeberapa satuan kerja aksi pungli masih terus dan tetap berlangsung.
Setelah viral dan terungkap kasus pungli di Puskesmas Selong beberapa waktu lalu, kini kembali dugaan aksi pungli di satuan kerja yang dikenal basah yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur.
Dari sumber internal yang juga menjadi korban dugaan pungli ini yang berhasil kami temui menyebutkan bahwa insentif tenaga honorer lingkup Bapenda Lotim dilakukan pemotongan secara sepihak secara langsung oleh Bendahara Pengeluaran berinisial Ir tanpa penjelasan yang jelas.
“Bahkan kami dilarang mengambil dokumentasi foto saat aksi pemotongan insentif kami,”ungkap salah satu korban yang enggan ditulis di media.
Kasus pemotongan ini sudah sering terjadi di Bapenda Lotim bahkan kami akan resmi bersurat ke bupati Lombok Timur menyampaikan pengaduan agar dilakukan pemeriksaan khusus supaya aksi pemotongan yang kami duga pungli bisa berhenti agar visi misi bupati yang populer dengan smart ini bisa terwujud.
“Percuma kan bupati dan wakil bupati menyampaikan tentang haram pungli tapi kenyataannya di awal pemerintahan ini, aksi pemotongan honor bagi tenaga honorer terus terjadi,”katanya dengan geram.(01)







