Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 3 Agu 2025 12:25 WITA ·

Keluarga Besar SMKN 1 Keruak Datangi Rumah Siswa Yang Ngaku di Pukul, Siswa Dan Sekolah Akhirnya Damai


 Foto : Kepala Sekolah SMKN 1 Keruak mendatangi keluarga siswa yang mengaku di pukul. Dalam kesempatan itu Sekolah dan pihak keluarga bersepakat untuk berdamai Perbesar

Foto : Kepala Sekolah SMKN 1 Keruak mendatangi keluarga siswa yang mengaku di pukul. Dalam kesempatan itu Sekolah dan pihak keluarga bersepakat untuk berdamai

Lombok Timur – Keluarga Besar SMKN 1 Keruak Kabupaten Lombok Timur mendatangi rumah siswa yang mengaku sudah di pukul oleh guru.

Kedatangan keluarga besar SMKN 1 Keruak yang di pimpin langsung oleh kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Humas SMKN 1 Keruak dan sejumlah guru SMKN 1 Keruak disambut langsung oleh pihak keluarga diantaranya nenek dari siswa dan bibiknya.

“Kedatangan kami kesini untuk bersilaturahmi bersama keluarga dari siswa, agar hubungan guru dan siswa tetap berjalan dengan baik,”ujar Kepala SMKN 1 Keruak Royani Jauhari Pada media ini minggu (03/08).

Kejadian ini berawal saat sholat berjamaah yang dilanjutkan dengan baris berbaris mau melaksanakan pengambilan foto Kartu Pelajar Basic Safety Training (BST) saat itu ada kehilapan, dimana pada saat itu ada guru yang menertibkan siswa agar berjalan dengan lancar. Namun pada saat itu terjadi kehilapan sehingga terjadi pemukulan.

Ia juga mengatakan, setelah ada kejadian itu, siswa itu langsung kita panggil untuk menyelesaikan persoalan ini. Dengan harapan antara guru dan siswa bisa saling menghormati sebagaimana mestinya.

“Atas dasar itu, kami keluarga besar dari SMKN 1 Keruak bersilaturahmi kerumah siswa untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Alhamdulillah persoalan dapat diselesaikan sesuai dengan harapan,”ujarnya.

Kepala sekolah juga mengatakan, saat kejadian itu dirinya sedang berada di bali sedang ada kegiatan sekolah yang harus di kawal. Setelah mendengar kajadian ini, dirinya langsung mengajak guru bersilaturahmi dengan siswa.

” Kami kesini bersilaturahmi dengan siswa, dan minta maaf, tapi perlu diketahui tujuan kami murni untuk menertibkan siswa, tapi cara guru ini yang salah yang menggunakan fisik, itu yang kami sesalkan,”ujarnya.

Padahal katanya, setiap hari pertemuan, dirinya selalu menghimbau kepada semua guru jangan sampai mendidikan anak menggunakan fisik, dalam arti kekerasan didunia pendidikan. Meskipun dengan alasan mendisiplinkan anak.

“Semoga dengan adanya kejadian ini, menjadi pembelajaran kita semua baik siswa dan para guru yang ada,”katanya.

Dalam kesempatan itu juga, pihak sekolah dengan keluarga sudah menandatangani surat perjanjian perdamaian. Sehingga kasus adanya dugaan pemukulan tidak berlanjut.

Sementara itu, Bapak dari siswa juga sudah memaafkan apa yang dilakukan oleh guru. Dia berharap dengan ada kejadian ini menjadi pembelajaran agar dalam mendidik anak tidak menggunakan kekerasan.

“Setelah kami merenung, kami atas nama orang tua sudah memaafkan apa yang dilakukan oleh guru. Semoga tidak terulang lagi,”paparnya.(01)

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Medikdasmen izinkan Honorer 3400 Paruh Waktu di Bayar BOSP

18 Mei 2026 - 11:35 WITA

Menteri Pendidikan DasMendikdasmen RI Resmikan Digitalisasi dan Revitalisasi 351 Sekolah se NTB. 

17 Mei 2026 - 10:49 WITA

Mengenal Fitri, Siswi MAN 1 Lotim Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2026

16 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dua Siswi MAN 1 Lotim Raih Dua Juara di Olimpade Bank Indonesia

15 Mei 2026 - 22:13 WITA

MAN 1 Lotim Melaju Wakili Lombok Timur di Ajang LCC Empat Pilar MPR ke Tingkat Provinsi 2026

15 Mei 2026 - 08:44 WITA

MAN 1 Lotim Raih Juara Umum Dalam Lomba Pramuka Se-NTB di Undikma Mataram

14 Mei 2026 - 20:27 WITA

Trending di Pendidikan