Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 25 Jun 2025 10:41 WITA ·

Pasca Teguran Bupati, Ekas Kini Lebih Tenang: Wisman Merasa Aman Berselancar


 Pasca Teguran Bupati, Ekas Kini Lebih Tenang: Wisman Merasa Aman Berselancar Perbesar

Lombok Timur – Situasi di Teluk Ekas, Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, kini terasa lebih aman dan tenang pasca-viralnya video Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang menegur seorang boatman asal Lombok Tengah beberapa waktu lalu. Meskipun aksi sang bupati sempat menuai kontroversi di media sosial, ternyata hal tersebut justru memberikan dampak positif bagi para wisatawan mancanegara (wisman) yang menikmati olahraga selancar di kawasan tersebut.

Beberapa wisatawan asing mengaku merasakan perbedaan signifikan setelah kejadian itu. Salah satunya adalah Max, peselancar asal Jerman, yang mengungkapkan bahwa sebelumnya kondisi laut di Ekas sangat ramai dan kurang nyaman akibat banyaknya orang yang berebut ombak.

“Seminggu lalu, di tengah laut begitu banyak orang yang saling berebut ombak, terutama para pemula. Itu membuat saya khawatir dengan keselamatan sendiri,” kata Max saat ditemui, Senin 25 Juni 2025.

Max mengaku telah mengetahui video viral Bupati Haerul Warisin. Menurutnya, meskipun banyak yang mengkritik tindakan sang bupati, efeknya justru membuat suasana surfing di Ekas lebih terkendali dan aman. Namun, ia berharap ada regulasi yang lebih jelas dan adil dari pemerintah setempat agar semua pihak, termasuk wisatawan dan pemandu wisata, bisa menikmati Teluk Ekas dengan nyaman.

“Regulasi yang tegas dan adil sangat dibutuhkan saat ini,” tegasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Xabi, wisatawan asal Spanyol. Ia mengaku sangat menikmati suasana laut yang kini lebih lengang, sehingga ia bisa berselancar dengan tenang selama enam hari berturut-turut.

“Ini pengalaman luar biasa. Ombaknya bagus, alamnya menakjubkan, dan yang terpenting, tidak terlalu ramai. Saya bahkan memutuskan untuk memperpanjang stay di sini (Ekas, red) dan mengajak teman-teman datang,” ujar Xabi.

Di sisi lain, insiden tersebut ternyata membawa dampak positif bagi pelaku wisata lokal. Beberapa pemandu wisata asal Lombok Tengah yang sebelumnya membawa tamu melalui jalur laut, kini memilih rute darat untuk menghindari konflik.

Meskipun viralnya video Bupati Haerul Warisin sempat memicu pro-kontra di media sosial, nyatanya situasi ini justru membuat Teluk Ekas lebih kondusif bagi para peselancar. Kini, tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah menetapkan aturan yang jelas agar keberlanjutan pariwisata di Ekas tetap terjaga tanpa menimbulkan gesekan antarpihak. (*)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Medikdasmen izinkan Honorer 3400 Paruh Waktu di Bayar BOSP

18 Mei 2026 - 11:35 WITA

Menteri Pendidikan DasMendikdasmen RI Resmikan Digitalisasi dan Revitalisasi 351 Sekolah se NTB. 

17 Mei 2026 - 10:49 WITA

Mengenal Fitri, Siswi MAN 1 Lotim Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2026

16 Mei 2026 - 21:10 WITA

Mengenal Baiq Azellea Kinantara Halbariz, Finalis Putri Pendidikan NTB 2026

14 Mei 2026 - 19:28 WITA

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Bupati Lotim Lantik 87 Pj Kades dan Tekankan Amanah Harus Dijaga

13 Mei 2026 - 13:45 WITA

Massa Minta Usut Kasus Chromebook dan Darmaga Labuhan Haji, TNI Halau Massa dengan Laras Panjang

12 Mei 2026 - 17:05 WITA

Trending di Lombok Timur