Lombok Timur – Belum terserapnya gabah petani pada musim tanam tahun 2025 di wilayah selatan seperti kecamatan, Unit Pelaksana Tehnis Penyuluhan Pertanian kecamatan keruak pada hari kamis (10/04) melakukan penyuluhan terkait dengan kondisi gabah petani yang belum terserap.
Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh pimpinan cabang Lombok Timur Supermansyah, Dinas Pertanian, Camat Keruak, Gapoktan, dan dihadiri oleh danramil keruak serta Babinsa Kecamatan Keruak dan kecamatan Jerowaru.
Kepala pimpinan cabang Bulog Lombok Timur Supermansyah mengaku sejak adanya musim panen ini, Bulog sudah melakukan sosialisasi di beberapa kecamatan. Ia juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh Bulog bersama TNI ini dilakukan dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Serapan gabah di Lombok Timur saat ini sudah mencapai 10 ribu ton yang tersebar di 26 mitra yang ada saat ini.
“Alhamdulillah, dari jumlah target yang kita punya, sampai sejauh ini yang terserap sudah 30 persen dari target kita,”ujarnya.
Agar gabah petani bisa diserap oleh Bulog secara menyeluruh, dirinya meminta agar petani menjual gabah ke Bulog dengan cara Bisa berkomunikasi langsung dengan Bulog, atau melalui Babinsa yang ada di setiap desa.
“Kami juga meminta agar para petani menjaga kualitas gabah yang di jual. Sehingga barang di terima oleh Bulog benar – benar dengan kondisi yang terbaik,”ujarnya.
Terkait dengan permintaan Babinsa yang ingin menjadi mitra, Bulog mempersilahkan siapapun masyakarat yang ingin menjadi mitra untuk mengajukan dirinya.”silahkan saja datang ajukan diri, Bulog siap memfasilitasi,”paparnya
Terkait dengan adanya keluhan dari Babinsa yang mengatakan dengan selalu gudang overload, dirinya menduga Babinsa hanya komunikasi dengan beberapa mitra saja. Untuk itu, semua Babinsa agar lebih intens melakukan komunikasi dengan pihak Bulog.
Sebelumnya, Babinsa Desa Pandan Wangi M Sudirman, menyampaikan ada mitra yang tidak punya modal, seperti UD Mekarsari. Namun Ud Ini sangat loyal kepada petani. Dimana berapapun gabah yang Mau masuk pasti diambil.
“Kalau kita hubungi mitra yang lain, pasti alasannya gudang penuh, pindah lagi mitra yang lain, penuh,”katanya.
Untuk itu, agar keluhan ini bisa diatasi dengan baik, dirinya meminta agar masyarakat yang ingin menjadi mitra agar diberikan. Sehingga dapat membantu Bulog dalam mengambil gabah petani yang sudah di panen.
Hal yang sama disampaikan Babinsa Desa batu putik mengaku kesulitan menjual gabah petani, karena selama ini selalu terkendala penyerapan. Untuk itu dirinya meminta agar ada tambahan mitra yang ada di wilayah batu putik.
Menanggapi hal itu, Salah satu mitra lenek UD Sordang mengaku untuk gudangnya ini menyerap 60-70 ton perhari. Akan tetapi saat ini belum ada koordinasi dengan wilayah keruak dan Jerowaru. Atas keluhan dari masyarakat ini, dirinya siap mengambil gabah petani berapapun banyaknya.
“Kami siap mengambil berapapun banyaknya, mau diantar sendiri jam berapapun kami siap menerima,”paparnya.(01)







