Lombok Timur – Puluhan pemuda Desa Bungtiang Kecamatan Sakra Barat mendatangi kantor Desa Bungtiang.
Kedatangan puluhan pemuda pada hari Selasa (25/03) ini untuk melakukan hearing terkait dengan penggunaan dana desa selama kepala desa menjabat sebagai kepala desa dari tahun 2022. 2023, 2024 yang dinilai tidak transparan.
Dalam pertemuan itu, Saleh atau Amaq Abi mengatakan pemuda ini datang untuk menuntut transparansi terkait dengan penggunaan dana desa. Sehingga dengan adanya transparansi ini dapat terlihat jelas kemana. Arah pembangunan desa Bungtiang.
“Kita ini datang meminta APBDES dari tahun 2022 hingga sekarang, biar kita bisa cek seperti apa kegiatan desa yang selama ini kami tidak pernah tau,’katanya.
Selain dari Amaq Abi, Iwan juga mempertanyakan terkait dengan program desa selama tahun 2022. Menurutnya, selama ini pemerintah desa tidak pernah mensosialisasikan program – program yang ada di desa.
“Kita tanyakan apa saja program selama ini, kepala desa ini kok marah dianggap dirinya dicari kesalahan,”ujarnya.
Terkait dengan program desa selama ini katanya, banyak sekali yang kejanggalan, mulai dari volume kegiatan yang tidak sesuai dengan anggaran yang ada. Sehingga dirinya akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Agar jelas arah program desa selama ini, dalam waktu dekat saya akan melaporkan kasus ini ke kejaksaan, kami tinggal melengkapi data – data ini,”jelasnya.
Kepala desa Lalu Huzaini mengatakan hearing yang dilakukan ini sangat baik. Ini artinya Pemuda sangat peduli kepada desa .Namun perlu diketahui dirinya menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2022.
“Kalau pemuda ingin APBDes, silahkan minta ke PMD dan Inspektorat,”katanya.
Adapun dengan program desa, apa yang sudah dilakukan oleh desa selama ini sudah sesuai dengan ketentuan yang ada, bahkan dirinya sudah diperiksa oleh inspektorat.
” Semua pekerjaan kita sudah dilaporkan ke inspektorat, dan kalau mau data, silahkan minta ke DPMD dan Inspektorat,”katanya.(01)







