Lombok Timur – Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Ir H. Moh Edwin Hadiwijaya, menekankan pentingnya alokasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan yang harus dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini disampaikannya saat melakukan Halal Bihalal di Masjid Al-Manar Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, pada hari senin (24/03)
Kebijakan ini menurut dia, bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, memastikan pemanfaatan Dana Desa secara efektif, serta mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan oleh BUMDes.
Dengan alokasi 20% Dana Desa, diharapkan desa mampu meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pengelolaan dana tersebut harus transparan dan sesuai regulasi. Kepala desa juga diminta untuk berkoordinasi dengan BUMDes dalam menyusun program yang berfokus pada produksi pangan, distribusi, serta penguatan usaha pertanian dan peternakan.
Selain itu, lanjutnya, monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara berkala guna memastikan efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran tersebut.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan desa-desa yang ada di kecamatan Sakra Timur dapat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Karena pemerintahan pusat menginstruksikan Program pemerintah daerah harus disesuaikan dengan program pemerintah pusat “kalau program dari pusat berubah, maka program di daerah juga ikut berubah” ujarnya.
selain itu, pemerintah pusat meminta, pemerintah desa untuk membentuk koperasi merah putih.
“entah dari mana nanti anggarannya untuk koperasi merah putih ini, semoga saja bukan di ambilkan dari dana desa” harapnya.
Sedangkan untuk program yang sedang berjalan saat ini, kata dia, pemerintah daerah memberikan bantuan sembako sebagai upaya menstabilkan harga di tengah situasi inflasi yang nilainya 40 miliar.
Selanjutnya, ada juga program bantuan permodalan untuk Usaha Kecil Menengah melalu dinas koperasi perdagangan, “mengenai tehnisnya, nanti akan kita carikan caranya, apakah melalui koperasi atau melalui masjid” tutupnya.(*)







