Lombok Timur – Ratusan pemuda dan Masyarakat Desa Rensing Raya Kecamatan Sakra Barat kabupaten Lombok Timur menggeruduk kantor Desa Rensing Raya pada hari Senin Pukul 20.30 (17/02) Karena ada dugaan Aset Desa di Gadai dan dijual kepala desa rensing raya.
Kedatangan Pemuda Desa Rensing Raya disambut langsung oleh Kepala Desa Rensing Raya Munawir Haris dan Ketuan BPD Salihin, serta Anggota BPD lainnya dan kepala Wilayah yang ada di desa Rensing Raya.
Ketua Forum Pemuda Desa Rensing Raya Muhammad Karran Briliando mengatakan kedatangan pemuda kali ini mempertanyakan terkait pengelolaan sampah. Dimana ada mobil operasional sampah. Hanya saja, mobil ini pernah tidak pernah beroperasi selama bebeberapa bulan.
“Kami tanyakan kemana mobil itu selama dua bulan, karena sepengetahuan kami mobil itu digadai, dan itu juga berdasarkan keterangan dari tempat menggadai,”katanya didepan Ratusan Masyarakat.
Ando mengatakan, mobil ini digadai oleh kepala desa sendiri. Sesuai dari keterangan dari Ketua BPD Rensing Raya sendiri dengan nilai gadai sebesar 38 juta. “Kok bisa aset desa bisa digadaikan, ini sangat aneh,”katanya.
Tidak hanya itu, saat masyarakat ingin mendatangkan saksi tempat menggadai kendaraan sampah ini, kepala desa tidak mau didatangkan, kepala desa rensing raya Munawir mengaku tidak mau.
“Kenapa tidak mau didatangkan, karena kepala desa takut ketahuan, karena memang saksi – saksi sudah mengakui di masyarakat kalau kepala desa sudah menggadai,”kata Ando yang disambut dengan teriakan dari masyarakat.
“Seperti yang kita dengar juga tadi, kades sudah mengakui dirinya menggadai di salah satu warga, dengan alasan uang hasil gadai untuk membiayai acara pawai 17 Agustus,”tambahnya.
Bukan hanya kendaraan sampah yang ditanyakan, Ando sapaan Akrabnya juga menanyakan terkait dengan penggunaan ambulance, dimana selama dibeli tidak pernah digunakan oleh masyarakat. Tetapi selalu digunakan oleh kepala desa untuk keperluan sehari – harinya.
“Bahkan pada saat masyarakat ingin menggunakan mobil Ambulance ini tidak ada di tempat, ini menjadi pertanyaan,”paparnya.
Anehnya juga sambungnya, mobil ambulance yang dibeli menggunakan Dana Desa ini sering ditemukan di tempat – tempat hiburan. Dan ini sering ditemukan oleh masyarakat desa rensing raya. “Kalau kami mau foto, foto kades sudah tersebar, tapi kami masih menghargai kades,”katanya.
Bukan hanya itu, ia juga menanyakan terkait dengan keberadaan mesin jahit. Dimana berdasarkan keterangan dari masyarakat, mesin jahit yang dibeli dengan dana desa.
“Setelah ditelusuri ternyata mesin jahit itu di jual di salah satu warga di wilayah desa rensing, dan ini fakta,”ujarnya.
Sementara itu Kades Rensing Raya Munawir Haris menjelaskan, terkait mobil sampah yang tidak beroperasi beberap bulan yang lalu dikarenakan ada kesalahan tehnis dan mis komunikasi. Kenapa demikian, karena mobil itu di pinjam oleh temannya..
” Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan kalau armada di di gadai,tidak pernah sama sekali, itu murni di pinjam,”bantahnya.
Adapun terkait pernyataan dengan ketua BPD yang digadai itu merupakan hanya isu saja. Sehingga kami pastikan itu semua hanya isu.Armada Mobil Jenis L300 murni di pinjam oleh teman, tidak pernah di gadai oleh kami.
Terkait dengan ambulance ini memang digunakan untuk keperluan masyarakat. Tetapi memang boleh digunakan oleh kepala desa.” Kalau untuk mobil L300 ini memang pernah di gadai, tapi itu untuk membiayai kegiatan 17 Agustus di tahun. 2023,”katanya.(01)







