Lombok Timur – Ratusan siswa SMAN 1 Keruak Kabupaten Lombok Timur menggelar aksi demo di halaman sekolah.
Ratusan siswa ini meminta agar kepala sekolah atas nama Marianom untuk mundur dari jabatannya yang dinilai tidak bisa menjadi pemimpin di SMAN 1 Keruak karena beberapa faktor dan permasalahan yang terjadi di sekolah.
“Kami minta kepala sekolah ini untuk mundur dari jabatannya,”tulis siswa dalam poster.
Bukan hanya itu, dalam pertemuan antara siswa dengan kepsek siswa meminta kepala sekolah Meminta dilaksanakan kegiatan perpisahan untuk kelas XII yang mewah jangan menggunakan atap terpal seperti tahun lalu dan Meminta dibuatkan Ruang kelas Baru (RKB) karena Ruang kelas masih kurang.
Sementara itu, salah satu sisw edy satriawan meminta untuk membelikan/pengadaan alat olah raga, karate, Pramuka. Kegiatan Ekstra digiatkan kembali Seperti pramuka, olah raga. sepakbola Melaksanakan kegiatan spiritual camp yang berbeda tak hanya baca alqur’an dan ngaji saja
Selain itu, siswa atas nama Dwi meminta kepada sekolah agar membeikan Pembiayaan untuk kegiatan ekstra Iebih banyak dianggarkan, kegiatan eksta perlu dikuatken dan pembiayaan yang lebih dari sebelumnya.
” Memfasilitasi kegiatan Osis secara maksimal, dan meminta sekolah perbaiki data tunggakan siswa yang masih salah,”pintanya.
Sebelumnya, salah seoarang sumber media ini mengatakan, sebelum ada aksi ini, ada juga aksi mogok yang merupakan buntut dari adanya dugaan kepala sekolah SMAN 1 Keruak melakukan korupsi dana Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP).
“Kepala sekolah ini melakukan korupsi, sehingga siswa minta agar kepala sekolah diberhentikan dari jabatannya,”katanya pada media ini.
Sumber ini mengatakan, kepala sekolah atas nama Marianom sebelumnya sudah diperiksa di polres lombok timur atas kasus korupsi. Atas dasar itulah, siswa yang jumlahnya mencapai seribu lebih ini kompak mogok belajar.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Keruak Marianom mengatakan, Terkait dengan tuntutan yang meminta sejumlah fasilitas dan alat – alat olahraga merupakan kewajiban sekolah yang akan dipenuhi. “Niat saya tetap ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah ini,”katanya.
Sementara itu, Kapolsek AKP Mastar mengatakan, untuk hari rabu ini diketahui tidak ada aksi yang dilakukan. Hanya saja, siswa secara spontan membawa poster bertuliskan siswa diminta mundur.
“Pada saat siswa kumpul, tadi perwakilan osis di panggil dan berdiskusi dengan kepala sekolah dan menyampaikan beberapa permintaan, dan permintaan itu akan dikerjakan oleh sekolah,”ujarnya.(02)







