Lombok timur – Kasus pembunuhan Jepri alias jep Alamat Gubuk Mejelok Desa Bungtiang Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur pada hari Jum’at (08/03) kemarin yang menjadi korban pembunuhan kakak iparnya sendiri masih menjadi perbincangan warga.
Pelaku pembunuhan yang diketahui atas nama Parmin,( 26 Tahun) Laki laki, wiraswasta Alamat Gubuk Bangket Desa Bungtiang Kecamatan Sakra Barat. Bahkan, sebelum berangkat ke rumah korban untuk membunuh, pelaku salam sama orang tuanya.
” Setelah menebas korban sebayak tiga kali, pelaku langsung menyerahkan diri ke polsek,”kata sejumlah masyarakat di tempat kejadian.
Menurut keterangan warga, setelah pelaku membunuh korban, pelaku kemudian berjalan pulang, setelah sampai di pinggir jalan raya pelaku yang masih membawa parang meminta kepada salah satu ojek untuk mengantarnya ke kantor polisi.
“Setelah membunuh pelaku mengaku sudah membunuh, dan meminta untuk di antar ke polsek sakra barat,”kata sejumlah warga setempat.
Mendengar pengakuan dari pelaku katanya, ojek ini kemudian menolak untuk mengantar, akan tetapi ada salah satu kendataan sepeda motor yang melintas, kemudian pelaku meminta untuk diantar ke polsek.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman mengatakan, kejadian pembunuhan ini terjadk Sekitar pukul 18.30 wita. Sebelum kejadian, Saksi (istri korban) dan Korban sempat cekcok karena tidak disediakan makan sehingga melempar saksi dengan kayu dan mengancam akan membunuh memggunakan parang.
Korban kemudian berlari kerumah mertuanya kemudian disusul oleh pelaku dan sempat dipukul pada bagian pipi sebanyak 2 kali kemudian dilerai oleh saksi – saksi. Kemudian diminta pulang oleh korban dengan alasan mau makan.
“Namun pada saat itu saksi (istri korban) sempat menghubungi pelaku (kakaknya) via pesan WA dan Panggilan Wa untuk meminta tolong karena dipukul oleh korban,”ujarnya.
Kemudian korban dan saksi pulang kerumahnya yang berjarak 2 rumah dari rumahnya. Sekitar pukul 19.35 wita pelaku tiba dirumah korban menggunakan SPM Honda Scoopy Warna Putih biru dibonceng oleh temanya, kemudian langsung masuk kedalam rumah dan menebas kepala korban menggunakan parang sebanyak 3 kali.
Saksi yang melihat kejadian tersebut berteriak meminta tolong kemudian datang warga sekitar, namun pelaku kabur dari TKP dan menyerahkan diri ke Polsek Sakra Barat. Akibat dari kejadian tersebut korban meninggal dunia dengan luka tebas senjata tajam pada bagian kepala.(01)







