Lombok Timur – Setelah pihak PBNW menggelar konfrensi pers dukungan di pilkada Lotim yang memilih paslon diluar dukungan Gerindra membuat publik Lombok Timur menjadi bingung.
Hal ini disebabkan sikap politik yang saat pileg dan pilpres, NW dengan tegas dan formal mendukung partai Gerindra bahkan banyak kader NW yang dimasukkan menjadi caleg Gerindra sampai beberapa orang terpilih sebagai anggota DPR baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten.
Namun saat ini di pilkada Lotim, sikap NW dianggap tidak tegak lurus dengan sikap DPP Gerindra yang memilih Psslon Haji Iron dan Edwin bahkan publik dibuat tambah bingung karena di Pilgub NTB dukungan NW diarahkan ke dukungan Gerindra.
Dengan kondisi seperti ini, semua PAC Gerindra Lombok Timur meminta kepada DPP agar memberikan sansi politik kepada Kader Gerindra yang ada di NW yang tidak mau mendukung Pasangan H Iron dengan H Edwin.
” Kami minta kepada semua kades NW terpilih dari partai Gerindra untuk mendeklarasikan dan mendukung pasangan H Iron Dan H Edwin sebagai Calon Bupati Lombok Timur,”kata Ketua PAC Gerindra Jerowau Nurfitriani.
Selain meminta kepada semua Dewan yang terpilih dari partai Gerindra yang berasal dari NW ini untuk mendeklarasikan Pasangan H Iron Dan H Edwin, juga meminta kepada Kader NW yang terpilih dari partai Gerindra, agar menjadi guru kampanye pasangan Gubernur NTB Ikbal & Dinda dan pasangan H Iron Dan H Edwin yang merupakan kader partai Gerindra.
“Jika dewan terpilih yang berasal dari NW dan maju dari partai Gerindra tidak mau, kami minta DPP berikan Sanksi Politik,” tegasnya dengan serempak.
Sebelumnya juga, salah satu kader Gerindra di Lombok Timur yang saat ini menjadi ketua PAC Gerindra H Arpan menyatakan sikap tegas bahwa sikap tak konsisten NW bisa dinilai sebagai upaya mengkerdilkan partai Gerindra.
“Karena itu kita minta DPD dan DPP Gerindra mengambil sikap tegas agar kader NW yang terpilih sebagai anggota legislatif dievaluasi bila perlu di PAW karena belum apa – apa sudah mulai berbeda dengan sikap partai,”ujarnya.
Menurut dia, dengan kondisi seperti ini, dirinya khawatir kedepan akan membuat soliditas internal Gerindra terganggu yang ujungnya bisa melemahkan partai disaat Gerindra sedang menjadi partai penguasa dan menjadi partai pemenang di Lombok Timur dan NTB.
“Sekali lagi kita minta, partai tegas supaya ada efek jeranya bagi yang elemen yang lain. Kita heran disaat kita menang pilpres dan disaat kita menang pileg kok bisa internal kita justru tidak solid bisa menurunkan citra positif partai dan pemerintahan yang akan berjalan kedepan, tegasnya.(01)







