Lombok Timur – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur Menemukan Aladanya Pantarlih yang menggunakan Joki saat melakukan Pencocokan dan penelitian (Coklit) di wilayah desa tanjung luar kecamatan keruak Lombok Timur beberapa hari yang lalu.
“Terhadap apa yang dikatakan oleh teman – teman KPU terkait menggunakan Joki itu saya sangat menghargai atas tindak lanjut yg dilakkukan oleh KPU atas rekomendasi yang disampaikan oleh jajaran bawaslu,”kata Kordiv Penanganan pelanggaran, Jumaidi kamis (07/07).
Jumaidi mengatakan, meski dirinya mengharhargai apa yang dikatakan, oleh teman – teman di KPU ini, namun dirinya meragukan keseriusan jajaran kpu dalam menangani temuan pengawas atas adanya PPDP yg menggunalan joki.
“Kalau mengatakan pengawas cacat logika saya pikir jajaran KPU mengelak dan menyembunyikan fakta,”katanya.
Kerena itu sambungnya, sebelum memberikan saran perbaikan, dirinya selaku devisi penanganan pelanggaran, sudah melakukan supervisi atas tindakan yg dilakukan oleh jajaran kami. Bahkan, Pantarlih sendiri sudah mengakui atas tindakannya menyuruh orang lain dengan alasan yang bersangkutan sedang berada di luar desa setempat.
“Dan apa yang dilakukan oleh Pantarlih itu karna ada tuntutan dari kpu untuk laporan setiap hari,”paparnya.
Sebelumnya Ketua Devisi Hukum dan Pengawasan KPU Lombok Timur Retno Sirnopati mengatakan, Adanya temuan Bawaslu terhadap Joki Pantarlih yg terjadi di TPS 06 Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak tidaklah benar, bahkan tidak berdasar, hal itu lebih kepada mispersepsi teman2 Pengawas, yang menurut kami, bagian dari cacat logika, sebab menyimpulkan temuan dengan tergesa-gesa.
“Saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait temuan bawaslu mengenai tahapan pemutakhiran data ini terutama coklit, pertama, terkait temuan di TPS 06 Desa Tanjung Luar, kecamatan keruak, Itu tidak benar dan tidak berdasar, sebab kronologi peristiwa yang sampai ke bawaslu tidak utuh, sebagaimana hasil klarifikasi kami kepada 2 orang pantarlih di tps tersebut, dan memang belum di lakukan coklit terhadap pemilih yang di jadikan temuan itu”. Paparnya.(02)







