Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 31 Jul 2026 09:54 WITA ·

Lampaui Syarat Pusat, Lotim Siapkan 3 Hektare Lahan dan Rp20 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu


 Lampaui Syarat Pusat, Lotim Siapkan 3 Hektare Lahan dan Rp20 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu Perbesar

Lombok Timur— Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan lahan seluas 3 hektare untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui program _Local Service Development Improvement Project_ (LSDP). Luasan itu tiga kali lipat dari ketentuan Pemerintah Pusat yang mensyaratkan minimal 1 hektare.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat mengikuti asesmen LSDP secara daring pada Kamis (30/7).

“Kami sadar tata kelola sampah di daerah ini masih perlu diperkuat agar bisa terintegrasi dan berbasis ekonomi sirkular. Karena itu kami berharap Lombok Timur bisa menjadi salah satu pilot project LSDP,” ujar Bupati.

Selain lahan, Pemda juga menyiapkan dana talangan. Anggaran sebesar Rp20 miliar akan dialokasikan melalui APBD Lombok Timur Tahun 2027 dan dapat ditambah sesuai kebutuhan percepatan. Bupati menyebut kondisi keuangan daerah saat ini dinilai sehat sehingga memungkinkan dukungan tambahan.

Asesmen administrasi dipimpin Direktur Alokasi Anggaran Pembangunan Pusat dan Daerah Bappenas, Nursyaf Rullihandia. Hadir pula tim dari Kemendagri, Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, dan World Bank.

Nursyaf menjelaskan asesmen bertujuan memverifikasi kesiapan daerah dari aspek lahan, aksesibilitas, kelembagaan, sosial, dan lingkungan, serta kelengkapan dokumen perencanaan.

“Indikator yang kami nilai meliputi kesiapan kelembagaan pengelolaan sampah baik UPTD maupun BLUD, peraturan daerah, perhitungan tarif retribusi sesuai Permendagri, ketersediaan akses jalan, hingga kepemilikan dokumen _feasibility study_ dan _Detail Engineering Design_,” kata Nursyaf.

Berdasarkan data, Kabupaten Lombok Timur menghasilkan lebih dari 580 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, baru 101 ton yang diangkut ke TPA Ijobalit. Artinya 74,5 persen sampah belum terkelola secara resmi.

Dengan kesiapan lahan dan dukungan anggaran yang melebihi syarat, Pemda optimistis program LSDP dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah dan mengurangi volume timbunan di TPA.

LSDP sendiri merupakan program yang dirancang untuk memperkuat layanan dasar daerah, termasuk di sektor persampahan, melalui pembiayaan dan pendampingan teknis dari pemerintah pusat bersama mitra pembangunan.(01)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lombok Timur dan Sumbawa Barat Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Lewat Capacity Building TPID

31 Juli 2026 - 09:13 WITA

Ditemukan Mayatnya Di Moyo Sumbawa, Bupati Lotim Tanggung Biaya Pemulangan Jenazahnya Ke Selong

28 Februari 2026 - 10:11 WITA

Dihadapan Menteri KKP,Bupati Lotim Kembali Usulkan Pembangunan KNMP di Tanjung Luar

27 Februari 2026 - 20:23 WITA

Kepala SPPG, Menu MBG di Kembalikan Karena Makanan Terlalu Banyak Soda

27 Februari 2026 - 19:28 WITA

Diduga Mar-up Harga, Menu MBG Damasari 2 Sikur Dikembalikan

27 Februari 2026 - 05:34 WITA

Wabup Terima Kunjungan DPR RI Yang serahkan Bantuan BPBL

26 Februari 2026 - 17:21 WITA

Trending di Uncategorized