Lombok Timur – Sejumlah kepala sekolah mengaku mengeluh akibat sampai sekarang RPU Dana Bos Belum ditandatangani manajer Bos. Akibatnya, banyak sekolah yang belum cair Dana Bosnya.
Sekretaris dinas pendidikan dan kebudayaan lombok timur Jumadil mengatakan pencairan dana bantuan operasional sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dipicu banyak lembaga belum menyelesaikan laporan pertanggung jawaban.
“Bagi sekolah yang sudah membuat laporan, dana bosnya sudah cair, yang belum ditandatangani ini merupakan sekolah yang belum selesai laporannya saja,”katanya pada media ini Selasa (27/05).
Dengan belum jadinya laporan bagi sekolah, maka tentunya dinas tidak ingin memberikan rekomendasi. Hal ini dilakukan agar semua laporan yang belum agar diselesaikan dengan baik.
Untuk membantu pembuatan laporan sambungnya, masing – masing sekolah sudah ada pendamping masing – masing sekolah. Dengan adanya pendamping ini diharapkan memudahkan bagi sekolah untuk mempercepat pembuatan laporan.
“Kalau sekarang alasannya capek bolak balik, yang salah siapa, coba selesaikan dulu laporannya di sekolah baru kedinas. Ini sudah tau laporan belum jadi, ingin diberikan rekomendasi pencairan,”ujarnya.
Ia mengatakan, dari jumlah sekolah yang ada, sampai dengan hari ini sudah lebih dari 50 persen yang sudah mendapat rekomendasi untuk pencairan dana bos. Sisanya hanya sekolah – sekolah yang belum selesai membuat laporan.
“Kalau tidak mau capek bolak – balik, kasek sebaiknya selesaikan disekolah, manfaatkan pendamping yang ada, nanti kalau sudah tuntas baru datang,”pintanya.(01)







