Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 22 Feb 2025 07:27 WITA ·

Kantor Desa disegel, Kades Rensing Raya Akan Laporkan Warga


 Foto : Oknum yang mengaku Kabiro KPK saat duduk di kantor Desa Rensing Raya Perbesar

Foto : Oknum yang mengaku Kabiro KPK saat duduk di kantor Desa Rensing Raya

Lombok Timur – Kepala Desa Rensing Raya Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur akan melaporkan warganya pada hari Senin tanggal (24/02) besok.

Menurut Kepala Desa Rensing Raya Munawir Haris yang didampingi Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) Sayadi, Gerakan Serjana Membangun Desa ( GSMD) Muhrim, Ketua SBMI Usman mengatakan, laporan yang akan disampaikan nanti terkait dengan pelayanan publik yang terganggu di wilayah desa Rensing Raya.

“Akibat ulah oknum, pelayanan publik di kantor desa rensing Raya beberapa hari ini terganggu, makanya nanti hari Senin kita akan laporkan,”ujarnya.

Menurut Munawir Haris, sejak terjadinya aksi yang yang dilakukan oleh pemuda ini, pelayanan publik di desa Rensing Raya terganggu. Bagaimana tidak, sejumlah ruangan di kantor desa di segel oleh masyarakat dan pemuda.

” Sekarang ini yang disegel itu, ruangan sekdes, lemari tempat menaruh berkas,ruangan kades, dan perpustakaan masih disegel dengan alasan takut manipulasi data, yang menjadi pertanyaan data yang mana,”katanya.

Adapun penyegelan ini katanya, dilakukan oleh beberapa orang oknum saja atas perintah dari orang yang mengaku dari Kabiro KPK . “Jadi pada malam pemuda datang itu, ada orang yang mengaku dari Kabiro KPK, orang itu yang meminta untuk melakukan penyegelan, makanya kita akan laporkan besok,”tegasnya.

Adapun terkait dengan mobil kendaraan sampah yang digadai itu, Dirinya selaku kepala desa membantah kalau itu digadai. Tetapi, Armada Sampah jenis L 300 itu murni dipinjam oleh temannya.

“Saya pastikan, mobil itu tidak pernah saya gadai, pada saat itu saya hanya pinjamkan saja,”bantahnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Sasyarakat Selatan, Sayadi mengatakan, kami akan membantu kepala desa atas dasar tidak mau ada pelayanan publik terganggu. Sehingga dirinya akan terus berjuang agar pelayanan publik tetap berjalan.

“Kami tegaskan orang yang menyegel kantor desa tanpa ada dasar yang jelas. Apalagi ini dasarnya hanya armada sampah harus kita bantu,”katanya.

Sedangkan, salah seorang masyarakat atas nama Sutarman alias Andok mengaku pada hari Selasa dirinya ingin membuat persyaratan untuk mengambil dana di BRI, Kemudian dirinya menghubungi kaur pemerintahanan, tapi karena aula di segel, saya sampai hari ini tidak bisa dilayani

Selain itu juga, Jum’at sekitar pukul 10 pagi, ibu saya sakit, saya harus ke Mataram menggunakan ambulan, setelah saya hubungi yang megang kunci, tapi saya dikasi kunci tapi STNK tidak ada.

“Untuk mendapatkan pinjaman mobil ambulan ini, saya harus telfon sana sini, sedangkan ambulan ini kan milik desa, gara – gara kunci diambil oleh masyarakat, kami menjadi kesulitan dapatkan mobil ambulan ini,”katanya.(01)

Artikel ini telah dibaca 562 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lampaui Syarat Pusat, Lotim Siapkan 3 Hektare Lahan dan Rp20 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

31 Juli 2026 - 09:54 WITA

Lombok Timur dan Sumbawa Barat Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Lewat Capacity Building TPID

31 Juli 2026 - 09:13 WITA

Ditemukan Mayatnya Di Moyo Sumbawa, Bupati Lotim Tanggung Biaya Pemulangan Jenazahnya Ke Selong

28 Februari 2026 - 10:11 WITA

Dihadapan Menteri KKP,Bupati Lotim Kembali Usulkan Pembangunan KNMP di Tanjung Luar

27 Februari 2026 - 20:23 WITA

Kepala SPPG, Menu MBG di Kembalikan Karena Makanan Terlalu Banyak Soda

27 Februari 2026 - 19:28 WITA

Diduga Mar-up Harga, Menu MBG Damasari 2 Sikur Dikembalikan

27 Februari 2026 - 05:34 WITA

Trending di Uncategorized