Lombok Timur – Ratusan Guru Kemenag Lombok Timur geram karena hingga saat ini Tunjangan Propesi Guru ( TPG) Tidak kunjung cair.
Kakanmenag Lotim Sulhi melalui surat bernomor ;B.2795/kk.18.03/2/pp.0/XI/2024 tertanggal 11 Nopember 2024 tentang permakluman pembayaran TPG yang diedarkan kepada seluruh guru PNS lingkup kemenag Lotim menyampaikan bahwa pembayaran TPG bagi guru PNS Kemenag Lotim belum bisa dibayarkan karena kendala sistem secara nasional dan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar bisa terbayarkan.
” Alasannya karena kekurangan dana, ini sebenarnya karena kelalaian dari kemenag Lotim yang tidak peka terhadap kebutuhan guru,”geram salah satu guru yang ada di Lombok Timur Jum’at (13/12).
Dengan keterlambatan pembayaran TPG yang sudah masuk 3 bulan ini, guru yang ada di kemenag meminta agar kepala Kemenag Lotim memberikan alasannya yang logis. Bukan malah memberikan penjelasan yang tidak jelas
Karena, menurut guru PNS Asal Rempung yang tidak mau disebut namanya itu, pembayaran TPG Guru PNS tahun – tahun sebelumnya selalu pembayarannya lancar saja tapi akhir tahun ini mulai bulan Oktober sampai Desember 2024 belum juga cair.
” Jumlah Guru PNS di Lotim sebanyak 600an guru PNS dengan kisaran anggaran bisa tembus 6 milyar lebih yang belum dibayarkan, yang anggarannya sendiri berada di kantor kemenag Lotim tidak bisa terbayarkan dengan alasan gangguan sistem dan anggaran dari pusat belum muncul,”jelasnya
Dengan alasan yang diberikan oleh kemenag ini sambungnya, Rasanya tidak masuk akan kalau gangguan sistem karena jumlah guru PNS kan jelas bahkan akan berkurang setiap tahun karena ada saja yang pensiun setiap tahun.
Pernyataan guru PNS dari Rempung diatas juga diamini oleh guru PNS lainnya bahwa seharusnya pembayaran hak guru tidak terabaikan karena jumlahnya jelas. Sehingga kekemenag Lotim seharusnya lebih peka dan jeli dalam memegang angaran yang ada.
” Ini PR kemenag baru yang seharusnya bisa menuntaskan perencanaan anggaran secara baik. Masak urusan bayar hak guru yang sudah ada anggarannya dari pemerintah berat apalagi akan beres mengurusi masalah yang lain,”geramnya.
Untuk itu katanya, dirinya berharap keluhan para guru pns ini bisa didengarkan karena ini hak kami, dan kita usul agar pembayaran gaji TPG dan lauk bisa dikembalikan ke satker madrasah supaya lancar seperti dulu karena kalau dibayarkan di kantor setiap tahun bermasalah dan ribet,”katanya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Lombok Timur M Sulhi yang dikompirmasi media ini sampai berita ini diterbitkan tidak kunjung memberikan jawaban.(01)







