Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 5 Jun 2024 19:46 WITA ·

TPPS Pusat Pantau Intervensi Serentak Pencegahan Stunting


 Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Lombok Timur – Pemda Lombok Timur mengakui belakangan ini persoalan Stunting menjadi yang paling banyak dibicarakan di Lombok Timur dalam sepekan terakhir.

Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik mengatakan, pelaksanaan rembuk stunting akhir Mei lalu yang menetapkan 10 pasti dalam intervensi serentak pencegahan stunting seiring penetapan lokus.

Penguatan ketahanan pangan berkolaborasi dengan kesehatan dan PKK juga dilaksanakan sebagai upaya penurunan angka Stunting, . Demikian halnya dengan penyediaan antropometri sebagai alat ukur terstandar di seluruh Posyandu yang ada di daerah ini.

“Dengan demikian diharapkan hasil pengukuran lebih ril sehingga tidak perlu menunggu hasil survey pusat,”ujarnya.

Penurunan kasus stunting di Lombok Timur kata dia, tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang telah banyak berbuat. Kendati demikian, Pemda Lotim, tegasnya terbuka terhadap masukan untuk perbaikan ke depan untuk terus menurunkan kasus stunting.
Sementara itu, Anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat Sri Wahyuni yang berkunjung pada Selasa (4/6) sebagai bagian dari Pemantauan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024.

Dirinyapun mengapresiasi prestasi Pemda Kabupaten Lombok khususnya dan Pemda NTB yang telah berhasil menurunkan kasus stunting di daerah ini. Kolaborasi seluruh elemen yang ada juga menjadi perhatian dan dinilianya sangat baik.

“Saya berharap semua pihak dapat berperan dalam menurunkan stunting, mulai dari desa hingga OPD,”harapnya.

Sehubungan dengan itu katanya, Ia mengingatkan bulan Juni merupakan intervensi serentak pencegahan stunting yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan cakupan sasaran ke Posyandu dan mendeteksi masalah gizi, serta memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran yang memiliki masalah gizi.

Diharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas data dan pengukuran secara rutin. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan konvergensi sehingga data yang diperoleh dapat segera ditindaklanjuti. Ia pun mengapresiasi tingginya angka kunjungan ke Posyandu yang mencapai lebih dari 90%.

“Saya berharap Pemda juga fokus dalam penurunan kasus wasting dan underweight yang asih cukup tinggi. Sebab dikhawatirkan jika kasus tersebut tidak ditangani dengan baik akan jatuh menjadi stunting,”paparnya (01)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MAN 1 Lotim Beri Reward 60 Siswa Berprestasi Olimpiade OSEAN Lewat Program Tebus Prestasi

5 Agustus 2026 - 10:25 WITA

Lampaui Syarat Pusat, Lotim Siapkan 3 Hektare Lahan dan Rp20 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

31 Juli 2026 - 09:54 WITA

Lombok Timur dan Sumbawa Barat Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Lewat Capacity Building TPID

31 Juli 2026 - 09:13 WITA

Ditemukan Mayatnya Di Moyo Sumbawa, Bupati Lotim Tanggung Biaya Pemulangan Jenazahnya Ke Selong

28 Februari 2026 - 10:11 WITA

Dihadapan Menteri KKP,Bupati Lotim Kembali Usulkan Pembangunan KNMP di Tanjung Luar

27 Februari 2026 - 20:23 WITA

Kepala SPPG, Menu MBG di Kembalikan Karena Makanan Terlalu Banyak Soda

27 Februari 2026 - 19:28 WITA

Trending di Uncategorized